08 November 2025, 11:33

Cara Lengkap Budidaya Ikan Cardinal Tetra, Berhasil dan Bernilai Jual Tinggi

Perlu diperhatikan juga untuk pembenihan harus dilakukan melalui sejumlah tahapan mulai dari pemilihan indukan, penetasan telur, hingga pembesaran larva.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,701
Cara Lengkap  Budidaya Ikan Cardinal Tetra, Berhasil dan Bernilai Jual Tinggi
Ikan Cardinal Tetra/Paracheirodon axelrodi/ilmiah Paracheirodon innesi.

Perspektif.co.id – Minat terhadap ikan cardinal tetra terus meningkat di pasar ikan hias sepanjang 2025. Warna tubuhnya yang memancarkan kombinasi biru metalik dan merah cerah menjadikan ikan air tawar asal Sungai Amazon ini sebagai salah satu komoditas favorit di industri aquascape. 

Dorongan permintaan yang stabil membuat teknik budidaya cardinal tetra semakin banyak dicari, baik oleh pehobi maupun pelaku usaha.

Cardinal tetra dikenal adaptif, tidak agresif, serta mampu hidup damai dalam kelompok. Karakter inilah yang membuat ikan tersebut tidak hanya diminati untuk hiasan akuarium, tetapi juga dipertimbangkan sebagai peluang usaha berpotensi besar.

Ikan cardinal tetra termasuk jenis yang mudah dipelihara, namun tetap membutuhkan ketelitian saat proses pemijahan. 

Ikan ini dianggap menguntungkan karena biaya perawatan rendah, daya tahan cukup baik, serta tingkat reproduksi yang bisa dilakukan di akuarium rumahan. Di sisi lain, pasar ikan hias global juga menunjukkan tren permintaan stabil terhadap jenis ini.

Hal pertama yang harus diperhatikan untuk memastikan hasil budidaya optimal, proses pembenihan harus dilakukan melalui sejumlah tahapan mulai dari pemilihan indukan, penetasan telur, hingga pembesaran larva. Indukan yang berkualitas biasanya berusia 8–12 bulan, aktif, dan memiliki warna cerah. Indukan betina cenderung berperut bulat, sementara jantan lebih ramping.

Kedua, akuarium pemijahan disiapkan dengan ukuran sekitar 40×30×30 cm, dilengkapi tanaman halus seperti Java moss. Suhu ideal berada pada kisaran 26–28°C dengan pH 5,5–6,5 agar mendekati habitat alami Amazon. Proses pemijahan umumnya berlangsung pada pagi hari, setelah indukan jantan dan betina dimasukkan ke akuarium di malam sebelumnya.

Ketiga, telur cardinal tetra menetas dalam 24–36 jam. Pada fase ini, pencahayaan perlu diredupkan karena telur sensitif terhadap cahaya kuat. Setelah menetas, larva masih menempel pada tanaman beberapa hari sebelum berenang bebas. Pada tahap tersebut, pakan belum perlu diberikan hingga cadangan kuning telur habis.

Keempat, pada saat pembesaran benih dilakukan setelah larva berusia sekitar dua minggu. Air harus tetap stabil, sementara pakan diberikan secara bertahap menggunakan artemia atau microworm.

Dalam tahap pemeliharaan lanjutan, kualitas air menjadi komponen penting. Suhu ideal berada pada 26–28°C dan pH 6,0–6,5. Pergantian air 20–30 persen perlu dilakukan setiap minggu untuk mencegah penumpukan amonia. Sistem filtrasi harus stabil dengan arus yang tidak terlalu kuat. 

Selain itu, penambahan tanaman air dan pencahayaan terukur 8–10 jam per hari membantu menjaga kenyamanan ikan serta mendukung warna tubuh agar tetap cerah. Dalam pemberian pakan juga harus dilakukan dengan kombinasi pakan alami dan pelet khusus ikan kecil agar dapat dikonsumsi dengan baik.

Untuk memastikan mereka merasa nyaman, cardinal tetra juga dianjurkan dipelihara dalam kelompok minimal 6–10 ekor untuk mengurangi stres dan menjaga perilaku alaminya. Semakin banyak jumlahnya, semakin baik, karena ini akan meniru habitat alami mereka dengan lebih baik dan membuat mereka lebih tenang serta menampilkan perilaku kawanan yang lebih alami. 

Kemudian hal yang harus diperhatikan juga yaitu pemberian suplemen atau vitamin. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan suplemen atau probiotik untuk akuarium juga meningkat karena dianggap mampu mendukung pertumbuhan plankton, menjaga mikroorganisme bermanfaat, hingga meningkatkan warna tubuh ikan. 

Dengan langkah budidaya yang tepat dan konsisten, cardinal tetra dapat tumbuh sehat serta memiliki nilai jual tinggi. Stabilnya permintaan pasar membuat ikan hias ini terus menjadi peluang usaha menarik bagi pelaku industri akuakultur.***

Berita Terkait