TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Raksasa teknologi asal China, ByteDance, dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk menjual anak perusahaan gim mereka, Shanghai Moonton Technology, kepada Savvy Games Group yang didukung oleh pemerintah Arab Saudi. Berdasarkan laporan eksklusif dari Reuters yang dirilis baru-baru ini, nilai transaksi ini diperkirakan mencapai angka fantastis antara 6 miliar hingga 7 miliar Dolar AS (sekitar Rp93 triliun hingga Rp109 triliun). Diskusi antara kedua belah pihak dikabarkan telah memasuki tahap lanjut yang sangat positif, di mana kesepakatan final diprediksi akan segera ditandatangani paling cepat pada kuartal pertama tahun 2026 ini, kemungkinan besar di bulan Maret.
"Satu dari dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa kesepakatan bisa ditandatangani segera kuartal ini, karena kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan awal mengenai persyaratan luas," tulis laporan Reuters yang menjadi rujukan utama kabar ini.
Langkah ini menandai babak akhir dari ambisi ByteDance di industri hardcore gaming yang dimulai saat mereka mengakuisisi Moonton pada tahun 2021 silam dengan nilai 4 miliar Dolar AS. Jika penjualan ini terealisasi di angka 7 miliar Dolar AS, induk perusahaan TikTok tersebut akan meraup keuntungan bersih sekitar 50 persen atau 3 miliar Dolar AS dalam kurun waktu lima tahun. Keputusan ini sejalan dengan strategi restrukturisasi ByteDance sejak tahun 2023 yang ingin menarik diri dari persaingan industri gim yang brutal melawan Tencent dan NetEase, demi memfokuskan sumber daya mereka kembali ke sektor hiburan video pendek dan pengembangan generative AI.
Bagi Savvy Games Group, akuisisi ini akan menjadi permata terbaru dalam portofolio agresif mereka di bawah payung Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Setelah sebelumnya mengakuisisi Scopely dan memiliki saham di berbagai perusahaan gim raksasa seperti Nintendo dan Capcom, Savvy Games Group terus menggelontorkan dana tak terbatas demi mewujudkan visi Arab Saudi sebagai pusat esports dan gaming global. Pembelian Moonton dianggap strategis karena tidak hanya memberikan mereka kendali atas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang memiliki basis pemain masif di Asia Tenggara, tetapi juga akses ke pipeline pengembangan gim baru studio tersebut.
Salah satu aset yang turut mendongkrak valuasi Moonton kali ini bukan hanya MLBB, melainkan proyek gim terbaru mereka yang berjudul Lumeshift. Gim ini santer disebut-sebut sebagai clone versi mobile dari gim Deadlock milik Valve yang sedang naik daun. Keberadaan katalog produk baru seperti Lumeshift memberikan keyakinan bagi investor bahwa Moonton memiliki potensi pertumbuhan di luar satu judul utamanya. Hal ini berbeda dengan kondisi tahun 2021 saat ByteDance membeli studio tersebut yang kala itu hampir sepenuhnya bergantung pada performa Mobile Legends.
Terkait nasib Mobile Legends: Bang Bang pasca akuisisi, para analis industri memprediksi tidak akan ada perubahan drastis dalam operasional harian gim tersebut. Sama seperti ketika Twitter dibeli Elon Musk atau saat studio gim lain diakuisisi, perubahan kepemilikan di level korporat jarang berdampak langsung pada gameplay atau komunitas pemain dalam jangka pendek. Savvy Games Group kemungkinan besar akan mempertahankan manajemen yang ada untuk menjaga stabilitas ekosistem esports yang sudah terbentuk matang, sembari menyuntikkan modal lebih besar untuk ekspansi ke pasar baru di luar Asia.
Meskipun peluang terjadinya kesepakatan ini disebut mencapai 80 persen, masih ada kemungkinan kecil negosiasi bisa batal di tengah jalan akibat faktor regulasi atau ketidaksepakatan mendadak. Namun, dengan kedua belah pihak yang sudah menyepakati broad terms, industri teknologi kini hanya tinggal menunggu pengumuman resmi yang akan menjadikan Moonton sebagai salah satu entitas gim terbesar di bawah kendali Kerajaan Arab Saudi.