22 January 2026, 16:55

Buaya ‘Lisa’ 1,5 Meter Bikin Resah SMAN 5 Depok, Sekolah Minta Dievakuasi: “Khawatir Anak-anak Tidak Mengetahui”

Kemunculan seekor buaya berukuran sekitar 1,5 meter yang kerap terlihat di belakang SMAN 5 Depok, Bojongsari, memicu kekhawatiran pihak sekolah.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,055
Buaya ‘Lisa’ 1,5 Meter Bikin Resah SMAN 5 Depok, Sekolah Minta Dievakuasi: “Khawatir Anak-anak Tidak Mengetahui”
Lokasi munculnya buaya bernama Lisa (Devi/detikcom)

Perspektif.co.id - Kemunculan seekor buaya berukuran sekitar 1,5 meter yang kerap terlihat di belakang SMAN 5 Depok, Bojongsari, memicu kekhawatiran pihak sekolah. Buaya yang oleh warga dan lingkungan sekitar disebut “Lisa” itu diminta segera dievakuasi karena dikhawatirkan berpotensi membahayakan keselamatan siswa, terutama saat aktivitas luar ruang berlangsung di area sekolah yang berdekatan dengan aliran kali. 

Juru bicara SMAN 5 Depok, Yasin, menegaskan pihak sekolah sudah menyampaikan permintaan agar kemunculan buaya tersebut segera ditindaklanjuti instansi terkait. Ia menyebut aktivitas siswa dan warga sekolah tak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga kerap dilakukan di luar area gerbang, termasuk senam, jalan pagi, hingga kegiatan kebersihan. “Tolong ditindaklanjuti. Khawatir, kan. Memang kadang beberapa ada aktivitas kita di luar sekolah, gerbang, gitu, sedang melakukan senam, jalan pagi, atau melakukan kebersihan. Khawatir (buaya) ada di pinggiran-pinggiran kali, anak-anak tidak mengetahui,” ujar Yasin, Kamis (22/1/2026). 

Kekhawatiran itu, kata dia, bukan sekadar antisipasi. Yasin menilai ukuran buaya yang makin besar meningkatkan risiko jika sewaktu-waktu bergerak mendekati area yang sering dilalui siswa. Ia bahkan mengingatkan dampak terburuk yang bisa terjadi apabila tidak ada tindakan cepat. “Kan ini yang kita khawatirkan terjadi hal seperti itu. Yang pasti akan membahayakan, pasti akan merenggut nyawa anak-anak kami, nauzubillah. Kan kalau sampai memang itu terjadi, makanya kekhawatiran kami ya harus segera pihak terkait yang melakukan tindakan pada buaya ini,” lanjutnya. 

Yasin mengungkap, buaya tersebut sudah muncul sejak sekitar lima bulan lalu. Saat pertama kali terlihat, ukurannya masih kecil, sekitar 25–30 sentimeter. Namun seiring waktu, ukuran buaya disebut terus bertambah hingga kini mencapai kurang lebih 1,5 meter, sehingga membuat lingkungan sekolah semakin waswas. “Awal sih kalau saya melihat atau laporan dari warga SMA 5 ini kurang lebih kecilnya itu mungkin ada di panjang 25 sampai 30 cm dan memang bertumbuh sehat gitu ya (sejak 3-5 bulan lalu). Si buaya ini sampai sekarang mungkin hampir sudah 1 meter, bahkan 1,5 meter, untuk kondisi keberadaan si buaya ini dari segi bentuknya ya,” ucap Yasin. 

Soal asal-usul buaya, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui pasti dari mana hewan tersebut datang. Namun, buaya itu disebut kerap menampakkan diri pada siang hari, terutama sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Dalam pola yang berulang, buaya terlihat berjemur cukup lama di tepi sungai, lalu menghilang kembali. “Umumnya keseringan memang munculnya (buaya) di siang hari dari jam 12 sampai jam 1 siang. Hanya sebatas berjemur, tidak melakukan aktivitas yang membahayakan si buaya itu. Dan kemudian tiba-tiba hilang begitu saja, balik lagi ke kandangnya atau memang mencari makan di tempat yang lain lagi,” katanya. 

Pihak sekolah menyatakan sudah mengambil langkah preventif dengan melaporkan kemunculan buaya tersebut kepada instansi terkait. Yasin berharap persoalan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok untuk segera ditangani, terlebih sekolah juga kerap terdampak banjir saat hujan, sehingga kondisi lingkungan dinilai rawan. “Ya harapan kami memang seperti itu, segera pihak kota terkait, khususnya Kota Depok, ini melihat keadaan sekolah kami… Memang ya pertama yang banjir di setiap hujan itu pasti kita akan alami, yang kedua dengan keberadaan buaya ini ya khawatir memasuki kawasan ataupun lingkungan sekolah kami,” jelasnya. 

Dari sisi penanganan lapangan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok menyebut pihaknya sudah melakukan pengecekan. Namun, proses penindakan terkendala kondisi lokasi serta keterbatasan alat pendukung. Kabid Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok Tessy Haryati mengatakan, “Sudah pernah dicek oleh tim Damkar UPT Bojongsari. Kesulitan letak lokasi dan alat pendukung,” ujarnya. 

Kepala UPT Damkar Bojongsari Munadi menambahkan, tim sempat mendatangi lokasi, tetapi buaya tidak terlihat saat pengecekan dilakukan. Ia mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan dinas terkait untuk rencana evakuasi. “Saat kami ke lokasi, buaya nggak terlihat. Dari Dinas sudah komunikasi dengan yang membidanginya di Bogor,” ujar Munadi. 

Berita Terkait