14 February 2026, 15:04

Benyamin Turun Tangan Pimpin Aksi Bersih-Bersih, Targetkan Gerakan Indonesia ASRI Jadi Budaya Warga Tangsel

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
774
Benyamin Turun Tangan Pimpin Aksi Bersih-Bersih, Targetkan Gerakan Indonesia ASRI Jadi Budaya Warga Tangsel
Dorong Gerakan Indonesia ASRI Jadi Budaya Warga Tangsel

TANGSEL, Perspektif.co.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI. Kegiatan tersebut digelar di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Jumat (13/2/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memimpin langsung aksi tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur kelurahan, RT/RW, sekolah kader, hingga warga setempat. Ia menegaskan kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi, melainkan digelar serentak di sejumlah titik di wilayah Tangsel.

“Forkopimda saya sebar ke 10 titik di Tangerang Selatan. Kita didukung oleh RT, RW, sekolah, kader, dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama,” ujar Benyamin.

Menurutnya, gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Namun, Benyamin menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar memungut sampah, melainkan membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Gerakan ini akan terus kita lakukan. Gerakan ini akan terus kita lakukan karena ini soal pemudayaan juga, selain bukan saja persoalan pemudayaan apa, tapi membudayakan kebersihan Indonesia Asri. Aman, sehat, bersih, indah,” kata dia.

Ia menyampaikan aksi bersih-bersih akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan, sementara ini setiap Jumat pagi, sembari menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat. Selain itu, kegiatan tetap akan berjalan selama bulan Ramadan, karena menjaga kebersihan dinilai sebagai bagian dari nilai ibadah yang harus terus ditanamkan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Peserta aksi mengajak pedagang, warga, hingga pelajar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Tapi kita bukan saja memungut sampah, memilih sampah, tetapi juga mengedukasi. Siapa saja yang ketemu dalam kegiatan ini diedukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Benyamin.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan Pemkot Tangsel. Ia menilai upaya tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam pengendalian pencemaran, khususnya melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah membersihkan sampah dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan bersih-bersih seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujar Rasio.

Ia menambahkan penanganan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari hulu, yakni melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Menurutnya, sekitar 60 persen sampah organik dapat ditangani sejak dari rumah, sementara 30 persen lainnya dapat dikelola melalui bank sampah, sehingga hanya sekitar 10 persen yang perlu dikirim ke tempat penampungan sementara (TPS).

“Kalau kita lihat bagaimana langkah-langkahnya, kalau seandainya kita bisa tangani sejak awal di rumah, sekitar 60 persen sampah organik sudah ditangani. Kemudian, kita lakukan juga memilah sampah untuk dikirim ke bank sampah itu bisa menurunkan 30 persen, jadi tinggal 10 persenan yang kita kirim ke TPS,” jelasnya.

Rasio bahkan menilai Tangsel berpotensi menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Tapi saya bangga Pak Wali Kota Tangsel tadi begitu pasih bicara tentang sampah, nanti orang akan datang ke Kota Tangerang Selatan untuk belajar pengelolaan sampah, karena krisis sampah ini akan menjadikan kita untuk menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Berita Terkait