05 December 2025, 00:14

Banjir Rendam Sejumlah Titik di Malang, BPBD Matikan Listrik dan Siapkan Pengungsian

Fokus utama penanganan saat ini adalah penyelamatan warga dan pengamanan area terdampak.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,142
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Malang, BPBD Matikan Listrik dan Siapkan Pengungsian
iga petugas gabungan melakukan penanganan terhadap peristiwa banjir di Jalan Kedawung 1, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (4/12/2025). ANTARA/Ananto Pradana

Malang, Perspektif.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang bersama tim gabungan turun menangani banjir yang melanda sejumlah titik di kota itu usai hujan deras mengguyur pada Kamis. Fokus utama penanganan saat ini adalah penyelamatan warga dan pengamanan area terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat dilakukan secepat mungkin, termasuk mematikan aliran listrik di kawasan banjir untuk mencegah korban akibat korsleting.

"Dalam masa tanggap bencana seperti ini, yang pertama kami pastikan adalah keselamatan warga. Listrik kami padamkan dulu karena risikonya sangat besar kalau terjadi korsleting," ujar Prayitno di Kota Malang, Jawa Timur.

BPBD juga berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk menentukan titik-titik pengungsian bagi warga yang rumahnya terendam atau mengalami kerusakan. Setelah lokasi pengungsian disepakati, petugas akan menyalurkan makanan siap saji, family kit, dan kebutuhan dasar lainnya.

Berdasarkan laporan sementara, banjir merendam kawasan permukiman di sejumlah kelurahan, antara lain Purwantoro yang berbatasan dengan Lowokwaru, Purwodadi, dan Blimbing. BPBD juga menjadwalkan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Galunggung yang dilaporkan ikut terdampak.

Salah satu wilayah yang cukup parah terendam adalah permukiman di Jalan Kedawung 1, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru. Di lokasi ini, ketinggian air di dalam permukiman mencapai sekitar 1,5–1,6 meter, sementara di jalan raya genangan air dilaporkan setinggi kurang lebih 80 sentimeter.

"Di jalan raya ketinggian air sekitar 80 sentimeter, sedangkan di sini (Jalan Kedawung 1) bisa sampai 150–160 sentimeter. Ke Purwodadi juga sudah kami kirim perahu karet untuk evakuasi," kata Prayitno.

Meski air di Jalan Kedawung 1 mulai berangsur surut, petugas gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kondisi susulan dan membantu warga membersihkan lingkungan serta memastikan keamanan sekitar.

Ditanya soal penyebab banjir, Prayitno menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama, seiring dengan tren peningkatan intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

"Informasi nasional menyebut curah hujan meningkat sekitar 40 persen karena perubahan iklim. Dampaknya sudah mulai terasa di banyak daerah, termasuk Kota Malang," tuturnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan banjir turut memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bunga Coklat, Jalan Kalpataru, Jalan Kedawung, Jalan Letjen Sutoyo menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Ciliwung, serta Jalan Sunandar Priyo Sudarmo ke arah Jalan WR Supratman.

Kendaraan menumpuk di jalur yang mengarah ke pusat Kota Malang maupun ke beberapa kawasan lain, karena pengendara memperlambat laju di titik genangan. Petugas kepolisian terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif demi mengurai kemacetan.

Berita Terkait