08 March 2026, 13:02

Banjir Kepung Mampang, Jalan Kapten Tendean Lumpuh Sebagian, Arus Lalu Lintas Dua Arah Tersendat

Genangan banjir yang masih bertahan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Minggu siang memicu perlambatan lalu lintas di Jalan Kapten Tendean.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
439
Banjir Kepung Mampang, Jalan Kapten Tendean Lumpuh Sebagian, Arus Lalu Lintas Dua Arah Tersendat
Banjir di Mampang, Jakarta Selatan. / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Genangan banjir yang masih bertahan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Minggu siang memicu perlambatan lalu lintas di Jalan Kapten Tendean. Kondisi ini membuat arus kendaraan dari arah Cawang menuju Blok M maupun sebaliknya bergerak tersendat karena pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintasi ruas jalan yang tergenang.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, ketinggian air di ruas tersebut masih berada di kisaran 20 hingga 30 sentimeter. Meski tidak menutup seluruh badan jalan, genangan cukup mengganggu kelancaran lalu lintas karena sebagian besar kendaraan memilih menghindari titik air yang lebih dalam.

Situasi itu menyebabkan antrean kendaraan mengular dari dua arah. Kepadatan terjadi karena pengendara cenderung mengambil jalur sisi kanan jalan yang dinilai lebih aman dan memiliki permukaan lebih tinggi dibanding sisi kiri. Akibatnya, ruang gerak kendaraan menjadi terbatas dan arus lalu lintas harus berjalan bergantian.

Kondisi tersebut membuat titik banjir di Jalan Kapten Tendean tidak hanya menjadi persoalan genangan semata, tetapi juga menimbulkan efek langsung terhadap mobilitas di salah satu koridor penting Jakarta Selatan. Jalan yang biasanya menjadi penghubung sibuk antara kawasan bisnis dan permukiman itu mengalami penyempitan fungsi akibat kendaraan tidak bisa melaju normal di seluruh lajur.

Sebagian besar sepeda motor dan mobil pribadi tampak berhati-hati saat melintas. Pengemudi memilih menjaga kecepatan rendah demi menghindari risiko mogok atau kehilangan kendali akibat genangan. Sementara itu, hanya sejumlah kendaraan berukuran lebih besar seperti truk dan beberapa mobil tertentu yang terlihat berani melintasi sisi kiri jalan yang tergenang lebih dalam.

Karena kendaraan harus berbagi ruang dan melaju secara bergantian di jalur yang relatif lebih kering, kepadatan lalu lintas pun sulit dihindari. Perlambatan dari satu titik dengan cepat menimbulkan antrean panjang di belakangnya, terutama pada saat volume kendaraan dari dua arah sama-sama tinggi.

Di tengah kondisi tersebut, petugas gabungan terlihat turun langsung ke lapangan untuk membantu mengatur arus lalu lintas. Beberapa personel kepolisian tampak berjaga di lokasi guna mengarahkan kendaraan agar tetap bergerak meski terbatas. Selain polisi, prajurit TNI juga terlihat ikut membantu pengaturan jalan untuk mengurai kepadatan yang terjadi.

Kehadiran aparat di lokasi menjadi langkah penting untuk mencegah kemacetan semakin parah. Dengan situasi jalan yang hanya efektif dilalui pada sisi tertentu, pengaturan kendaraan secara manual diperlukan agar tidak terjadi saling serobot antar-pengendara yang justru bisa memperburuk antrean.

Genangan yang masih bertahan hingga siang hari menunjukkan bahwa dampak hujan di Jakarta belum sepenuhnya surut. Meski tinggi air di Jalan Kapten Tendean tidak tergolong ekstrem, keberadaannya di jalur utama membuat gangguan yang ditimbulkan cukup signifikan. Dalam kondisi seperti ini, sedikit saja hambatan di titik tertentu dapat berdampak besar terhadap kelancaran perjalanan di kawasan sekitarnya.

Peristiwa banjir di Mampang ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kerentanan lalu lintas Ibu Kota masih sangat tinggi ketika genangan muncul di ruas-ruas vital. Tidak dibutuhkan banjir dengan ketinggian besar untuk memicu kemacetan panjang; genangan setinggi 20 hingga 30 sentimeter saja sudah cukup menahan laju kendaraan dan mengganggu ritme mobilitas warga.

Bagi pengguna jalan yang melintasi koridor Cawang, Mampang, hingga Blok M, kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih. Pengendara harus bersabar menghadapi laju kendaraan yang melambat, sekaligus memperhitungkan potensi keterlambatan akibat penyempitan jalur di titik banjir.

Sampai siang hari, arus kendaraan di kawasan tersebut masih tampak padat dengan antrean yang terbentuk dari kedua arah. Selama genangan belum surut sepenuhnya, perlambatan lalu lintas diperkirakan masih akan terjadi, terutama karena mayoritas pengendara terus mengandalkan sisi kanan jalan untuk melintas.

“Genangan air masih sekitar 20-30 sentimeter,” demikian kondisi di lokasi yang menggambarkan bahwa banjir belum sepenuhnya reda dan masih menjadi penyebab utama tersendatnya arus kendaraan di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan.

Berita Terkait