05 March 2026, 11:51

AI Meledak di RAN hingga Core: 350+ Perusahaan China Pamer Teknologi Pra‑6G yang Bikin Industri Panas

AI mendominasi dari RAN hingga core saat 350+ perusahaan China pamer teknologi pra‑6G dan sensing cerdas di ajang global.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
414
AI Meledak di RAN hingga Core: 350+ Perusahaan China Pamer Teknologi Pra‑6G yang Bikin Industri Panas
Ilustrasi pameran teknologi China 2026: AI mendominasi RAN dan core, 6G holografik, 350+ perusahaan pamer inovasi jaringan dan perangkat enterprise. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Acara teknologi global tahun ini berubah menjadi panggung dominasi kecerdasan buatan, ketika perusahaan‑perusahaan China menempatkan AI sebagai pusat inovasi dari lapisan radio access network (RAN) hingga core network. Lebih dari 300–350 perusahaan asal China menghadirkan produk baru yang menyoroti percepatan menuju era pra‑6G, dengan fokus kuat pada solusi enterprise dan integrasi sensing‑communication yang sebelumnya hanya ada di level riset.

Perusahaan seperti Huawei, Lenovo, Honor, China Mobile, hingga vendor RAN besar memamerkan bagaimana AI kini bukan lagi fitur tambahan, melainkan fondasi arsitektur jaringan generasi berikutnya. Di sisi RAN, operator China disebut sudah mencapai otomasi Level 4 (L4) secara komersial—sebuah capaian yang bahkan belum didekati operator di wilayah lain.

“Kecerdasan radio bertenaga AI mencuri sorotan di telekomunikasi - dan Cina mencuri perhatian,” ujar Dimitris Mavrakis, Senior Director di ABI Research.

Di arena perangkat, AI juga menjadi tema utama. Lenovo memperkenalkan rangkaian perangkat AI baru, termasuk laptop OLED lipat dan PC bertenaga surya ultra‑tipis, sementara Honor memamerkan mobile AI agent berbasis GUI pertama di dunia yang mampu melakukan tugas kompleks seperti reservasi restoran secara otomatis.

“AI mengubah perspektif produsen perangkat, penyedia layanan cloud, dan operator jaringan,” kata Steve Long, Senior VP Lenovo, menegaskan perubahan paradigma industri.

Di sisi jaringan, AsiaInfo dan China Mobile memperkenalkan AI‑RAN base station generasi baru yang menggabungkan komunikasi, sensing, komputasi, dan kecerdasan dalam satu platform terpadu. Arsitektur ini memungkinkan alokasi komputasi CPU/GPU secara elastis, mendukung model AI hingga 14 miliar parameter, serta menurunkan biaya lebih dari 60% dan konsumsi energi lebih dari 40% dibanding arsitektur tradisional.

Huawei juga menampilkan konsep AI‑Centric 5.5G yang menggabungkan aset satelit dan infrastruktur darat untuk komunikasi yang lebih reliabel—sebuah langkah awal menuju 6G yang diproyeksikan menghadirkan holographic calls, kendaraan terhubung, dan AR tingkat lanjut.

Dengan fokus acara yang semakin condong ke enterprise, para analis menilai bahwa integrasi AI dari RAN hingga core akan menjadi fondasi kompetisi global menuju 6G. Sensing berbasis AI diprediksi menjadi fitur kunci pra‑6G, memungkinkan jaringan mendeteksi lingkungan sekitar dengan presisi tinggi dan membuka peluang baru di sektor industri, keamanan, hingga smart city.

Lonjakan partisipasi perusahaan China—lebih dari 350 perusahaan—menunjukkan ambisi besar negara tersebut untuk memimpin standar dan implementasi teknologi generasi berikutnya, baik di perangkat, jaringan, maupun layanan enterprise.

Berita Terkait