13 November 2025, 17:17

AFS Global STEM Innovators 2025 Gaet 92 Pelajar dari Sabang–Merauke, Dorong STEM & Intercultural Learning

AFS Global STEM Innovators membuka akses pendidikan STEM yang inklusif bagi remaja berusia 15–17 tahun dari seluruh Indonesia.

Reporter: Zainur Akbar
Editor: Deden M Rojani
3,250
AFS Global STEM Innovators 2025 Gaet 92 Pelajar dari Sabang–Merauke, Dorong STEM & Intercultural Learning
Program in-person workshop AFS Global STEM Innovators 2025. / Doc: Humas

JAKARTA, Perspektif.co.id — Bina Antarbudaya resmi memulai in-person workshop AFS Global STEM Innovators 2025, program global yang dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa-siswi SMA/sederajat di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sekaligus intercultural learning. Ajang ini menghadirkan rangkaian pembelajaran intensif, kolaboratif, dan lintas budaya yang mempertemukan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, Rabu (12/11/2025).

In-person workshop Global STEM Innovators menjadi penanda jerih payah adik-adik peserta yang telah melalui seleksi dari 1.431 pendaftar dan online sessions selama empat minggu. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengasah inovasi dan ide cemerlang supaya kelak dapat diimplementasikan di daerah masing-masing,” ujar Fani Salsabila, Global Digital Program Specialist Bina Antarbudaya.

Tahun ini, AFS Global STEM Innovators membuka akses pendidikan STEM yang inklusif bagi remaja berusia 15–17 tahun dari berbagai kepulauan—termasuk Sumatra, Sulawesi, dan Kepulauan Tanimbar. Sebanyak 92 pelajar diterbangkan ke Jakarta untuk mengikuti program, termasuk 12 peserta dari Papua Barat sebagai bagian dari komitmen afirmatif dan keberagaman.

Saya senang sekali dapat terpilih dalam program AFS Global STEM Innovators, mulai dari mengikuti online sessions dengan fasilitator dari Australia dan Kanada hingga menempuh perjalanan jauh untuk sampai di Jakarta. Saya ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah saya dan berbagi ilmu dari yang sudah saya dapatkan di sini,” kata Icrafil Kamisopa, 17 tahun, peserta asal Teluk Bintuni.

AFS Global STEM Innovators menggabungkan penguatan pengetahuan STEM dengan Global Competence. Peserta tidak hanya mempelajari konsep ilmiah dan teknologi, tetapi juga cara mengaplikasikannya untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat—mulai dari energi berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga teknologi ramah lingkungan.

Untuk memperdalam isu transisi energi, panitia menggelar talk show bertema “Energy for the Nation: Empowering People, Driving Progress” dengan Roy Widiartha (Head of Community Development SKK Migas) dan Habel Tanati (Provincial & Local Government Relation Manager bp Indonesia) sebagai narasumber. Sesi ini memberi ruang interaksi langsung peserta dengan praktisi sektor energi.

Program ini didanai oleh bp global kemudian mendapat dukungan tambahan dari SKK Migas. Kolaborasi ini membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, terutama yang belum dijangkau sebelumnya. Kami bangga menjadi wadah perekat bangsa melalui akses pendidikan yang merata,” tutur Gatot Nuradi Sam, Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya.

Sebagai mitra, bp Indonesia menegaskan komitmen penguatan kualitas pendidikan generasi muda. “Kami percaya kepada Bina Antarbudaya sebagai pihak yang dapat mengasah potensi siswa. Melalui kolaborasi ini, semakin banyak generasi inovator yang mampu membawa Indonesia menjadi bagian penting dalam solusi global yang berkelanjutan,” ucap Habel Tanati.

Sejak berdiri pada 1985, Yayasan Bina Antarbudaya—dengan jaringan relawan di 20 chapter di seluruh Indonesia—telah membina ribuan pemuda untuk menjadi pemimpin yang menjunjung perdamaian dan keadilan global. Melalui dukungan AFS Intercultural Programs di lebih dari 80 negara, program ini menegaskan komitmen Bina Antarbudaya dalam menyediakan pendidikan lintas budaya yang inklusif dan berkualitas bagi generasi Indonesia.

Berita Terkait