Perspektif.co.id - Rumah sering terasa pengap, apalagi kalau jarang buka jendela atau tinggal di area yang padat. Salah satu cara sederhana bikin udara lebih lega adalah menambah tanaman penghasil oksigen di dalam rumah.
Selain mempercantik sudut ruangan, beberapa jenis tanaman hias terbukti membantu meningkatkan kadar oksigen dan sekaligus menyerap polutan seperti debu, asap rokok, sampai senyawa kimia dari furnitur dan cat dinding. Kalau dipilih dengan tepat, rumah bisa terasa lebih sejuk, napas lebih lega, dan suasana jadi lebih nyaman untuk beraktivitas maupun istirahat.
Berikut tujuh tanaman penghasil oksigen yang efektif, gampang dirawat, dan cocok ditempatkan di dalam rumah.
1. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua dikenal sebagai salah satu tanaman yang tetap aktif berfotosintesis meski malam hari. Itu sebabnya tanaman ini sering disebut membantu menyuplai oksigen lebih stabil, siang dan malam.
Keunggulannya:
- Mampu menyerap polutan seperti formaldehida dan benzena.
- Tahan kondisi kering, cukup disiram 1–2 kali seminggu.
- Cocok diletakkan di kamar tidur, ruang tamu, atau sudut rumah yang minim cahaya.
Buat yang nggak punya banyak waktu merawat tanaman, lidah mertua ini bisa jadi pilihan aman.
2. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading adalah tanaman rambat yang fleksibel: bisa digantung, ditaruh di rak, atau dibiarkan menjuntai di pot meja kerja. Tanaman ini membantu menyaring udara dan ikut menyumbang oksigen di dalam ruangan.
Kelebihan sirih gading:
- Tahan di ruangan bercahaya rendah.
- Dikenal membantu mengurangi polutan di udara.
- Perawatan mudah: cukup jaga media tanam tetap lembap, tidak becek.
Karena bentuknya cantik dan rimbun, sirih gading pas untuk mempermanis sudut ruang kerja atau ruang keluarga.
3. Areca Palm
Areca palm cocok untuk ruangan yang butuh sentuhan hijau yang lebih “besar”. Tanaman ini bukan cuma menghadirkan nuansa tropis, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas udara.
Kelebihan:
- Menghasilkan oksigen cukup banyak untuk ruangan yang luas.
- Daunnya ikut berperan sebagai pelembap alami karena mengeluarkan uap air.
- Ideal ditempatkan di ruang tamu, dekat jendela, atau area dengan cahaya tidak langsung.
Pastikan tanahnya tidak terlalu kering dan rutin dipangkas jika daun mulai menguning.
4. Peace Lily (Spathiphyllum)
Peace lily terkenal sebagai tanaman indoor yang cantik dan fungsional. Selain menghasilkan oksigen, tanaman ini membantu menyaring beberapa jenis senyawa kimia di udara.
Kelebihan peace lily:
- Dapat tumbuh di ruangan dengan cahaya rendah hingga sedang.
- Membantu menyaring polutan seperti amonia dan formaldehida.
- Bunga putihnya memberi kesan bersih dan elegan di dalam ruangan.
Tanaman ini suka media tanam yang lembap tapi tidak tergenang. Cocok untuk diletakkan di ruang kerja, ruang keluarga, atau dekat pintu masuk rumah.
5. Spider Plant (Chlorophytum comosum)
Spider plant termasuk tanaman yang tangguh dan cepat beranak-pinak. Bentuk daunnya yang panjang dan melengkung membuatnya menarik sebagai dekorasi.
Manfaat spider plant:
- Membantu menghasilkan oksigen dan menyerap polutan dalam ruangan.
- Mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya, asal tidak langsung terpapar matahari terik.
- Cocok digantung atau diletakkan di rak tinggi.
Perawatannya cukup dengan menyiram saat media tanam mulai mengering dan sesekali dipupuk ringan.
6. Aloe Vera (Lidah Buaya)
Lidah buaya bukan hanya bermanfaat untuk kulit dan rambut, tapi juga membantu kualitas udara di rumah. Tanaman ini termasuk jenis yang tetap aktif mengeluarkan oksigen pada malam hari.
Kelebihan aloe vera:
- Cocok ditempatkan di kamar tidur karena membantu kualitas udara saat tidur.
- Tahan kering, cukup disiram bila tanah sudah benar-benar kering.
- Bisa dipanen gelnya untuk keperluan kecantikan atau pertolongan pertama pada kulit ringan.
Letakkan di area yang mendapat cahaya cukup, misalnya dekat jendela.
7. Karet Hias (Ficus elastica)
Karet hias punya daun besar dan tebal yang membantu menyerap CO₂ dan debu di ruangan. Sekaligus, tampilannya membuat rumah terlihat lebih modern dan rapi.
Manfaat karet hias:
- Termasuk tanaman penghasil oksigen yang efektif karena luas permukaan daunnya.
- Membantu menyaring partikel di udara dan membuat ruangan terasa lebih bersih.
- Cocok diletakkan di ruang tamu, lorong, atau sudut ruangan dengan cahaya sedang.
Tanaman ini butuh cahaya tidak langsung dan penyiraman teratur, namun tidak suka tanah yang terlalu becek.
Menambahkan beberapa dari tujuh tanaman di atas ke dalam rumah bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar: udara lebih segar, ruangan lebih enak dipandang, dan suasana rumah terasa lebih hidup.
Tidak perlu langsung banyak, cukup mulai dari satu–dua tanaman yang perawatannya paling sesuai dengan rutinitas kamu.***