20 January 2026, 22:15

Truk Hilang Kendali Hantam Barrier Casablanca, Macet Mengular Bikin Jam Kerja Molor

Satu unit truk mengalami kecelakaan di Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026)

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,959
Truk Hilang Kendali Hantam Barrier Casablanca, Macet Mengular Bikin Jam Kerja Molor
Foto: Evakuasi truk kecelakaan di Jalan Casablanca, Tebet (dok.Ditlantas Polda Metro Jaya)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Satu unit truk mengalami kecelakaan di Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026) pagi, setelah menabrak pembatas (barrier) di ruas jalan mengarah ke Tanah Abang. Insiden itu memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik dan membuat waktu tempuh warga membengkak. 

Informasi awal disampaikan akun X TMC Polda Metro. Dalam unggahan pukul 07.00 WIB, TMC menyebut kejadian tercatat sekitar pukul 06.30 WIB. “Sebuah truk mengalami out of control dan menabrak pembatas jalan di Jl. Raya Casablanca arah Tanah Abang Jakarta Pusat,” tulis TMC, seraya mengimbau pengendara berhati-hati karena penanganan masih berlangsung. 

Petugas Call Center NTMC juga mengonfirmasi kondisi menuju titik kejadian sempat padat, namun setelah melewati lokasi, lalu lintas terpantau kembali lebih lengang. “Memang lokasi lalu lintas padat menuju lokasi, namun sudah ada petugas di lokasi mengurai lalin,” ujar petugas.

Dampak kemacetan dirasakan sejumlah pengguna jalan. M Zidan, warga Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengaku berangkat pukul 06.20 WIB menuju kantornya di Semanggi melalui rute Tebet–Bendungan Hilir. Ia mengatakan rute tersebut memang “langganan macet”, namun biasanya perjalanan hanya 20–30 menit. Kali ini, ia sudah tersendat dari flyover Kampung Melayu hingga flyover Casablanca dan menghabiskan 35 menit hanya di rentang tersebut. 

Zidan menyebut tabrakan membuat barrier beton berserakan sehingga kendaraan harus melambat, terutama menuju area underpass Kuningan. “Kondisi jalanan masih banyak pembatas jalan yang berserakan sehingga banyak mobil yang harus jalan pelan-pelan karena pembatas jalan tersebut menghalangi jalan menuju underpass Kuningan,” katanya. Zidan baru tiba sekitar pukul 07.35 WIB—total perjalanan 1 jam 15 menit—dan mengaku kelelahan meski rapatnya belum dimulai.

Pengalaman serupa dialami Nico Ramadhan yang berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dari Cipinang menuju Kuningan, Setiabudi. Nico menilai waktu tempuhnya membengkak hingga “200 persen” dibanding kondisi normal. “Dari rumah mau ke kantor, biasa paling cuma 15–20 menitan aja. Jam 6 pagi udah kena macet di depan SMPN 115 Tebet,” ujarnya. Ia mengaku tersendat dari Tebet hingga Jalan Casablanca, lokasi truk menabrak barrier, dan menambahkan kemacetan makin parah seiring waktu. 

Nico juga menyebut rekan satu divisinya yang berangkat dari Bekasi membutuhkan waktu hingga 2,5 jam untuk sampai kantor. “Teman 1 divisi aja dari Bekasi ke kantor sampai 2,5 jam,” katanya. 

Kemacetan turut merembet ke ruas lain. Asyifa Shera mengaku mengalami kepadatan di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Matraman, yang disebutnya imbas kemacetan di kawasan Kampung Melayu. Untuk menuju Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, ia memilih jalur alternatif. “Perjalanan ke Wahid Hasyim. Tapi saya lewat kampung-kampung pas sampai Berland. Terus telusurin pinggir kali, tembus-tembus Tambak dan Manggarai,” kata Asyifa. 

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.40 WIB di Jalan Raya Casablanca arah barat, tepatnya di depan TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan. “Kecelakaan tunggal,” kata Ojo. Menurutnya, truk yang dikemudikan sopir berinisial R melaju dari timur ke barat, lalu menghantam beton pembatas di tengah jalan hingga kendaraan mengalami kerusakan. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dan masih memeriksa sopir untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. 

Hingga sore hari, proses evakuasi dilaporkan belum sepenuhnya rampung. Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menyebut petugas masih memindahkan muatan truk di lokasi, sehingga menimbulkan kepadatan. “Saat ini sedang proses penyalinan isi dari truk tersebut… setelah proses pemindahan isi truk baru kendaraan tersebut bisa diderek atau dievakuasi,” kata Robby. Ia menyebut truk tersebut bermuatan batu dan kondisi muatan yang penuh membuat evakuasi memerlukan waktu lebih lama. 

Robby menambahkan, arus kendaraan di sekitar lokasi pada saat evakuasi disebut hanya dapat melintas melalui satu lajur, dengan petugas melakukan pengalihan arus untuk membantu mengurai antrean.

Berita Terkait