03 May 2026, 14:25

Tragedi Maut Bekasi Terkuak! 31 Saksi Diperiksa, Kasus Tabrakan KA dan KRL Naik ke Penyidikan

Perkembangan terbaru kasus kecelakaan maut antara kereta api dan KRL di Bekasi memasuki babak baru.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
10
Tragedi Maut Bekasi Terkuak! 31 Saksi Diperiksa, Kasus Tabrakan KA dan KRL Naik ke Penyidikan
Karangan bunga di Stasiun Bekasi Timur / Doc: istimewa

BEKASI, Perspektif.co.id - Perkembangan terbaru kasus kecelakaan maut antara kereta api dan KRL di Bekasi memasuki babak baru. Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan setelah mengantongi sejumlah bukti dan keterangan saksi.

Insiden tragis yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur tersebut menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini penyidik telah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang," ujar Budi kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan, para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak yang berada di lokasi maupun yang mengetahui langsung kejadian tersebut. Mereka terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu kereta, saksi di sekitar lokasi, korban, hingga petugas operasional dari PT KAI.

"Yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelasnya.

Saat ini, penanganan kasus berada di bawah Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Penyidik telah melakukan serangkaian langkah investigasi, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, hingga analisis rekaman CCTV.

"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," ungkap Budi.

Kecelakaan ini bermula dari rangkaian peristiwa yang terjadi secara beruntun. Sebuah taksi Green SM dilaporkan mengalami gangguan korsleting hingga berhenti di tengah rel tidak jauh dari lokasi kejadian. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta.

Benturan tersebut membuat KRL berhenti di tengah jalur rel. Di sisi lain, terdapat KRL lain dari arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden sebelumnya.

Situasi semakin fatal ketika KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta tidak dapat menghindari tabrakan dengan rangkaian KRL yang berhenti di stasiun tersebut. Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan dan menimbulkan korban jiwa serta luka dalam jumlah besar.

Berita Terkait