07 March 2026, 23:31

Tigress Financial Kejutkan Wall Street, Naikkan Target Harga Nvidia ke $360 di Tengah Ledakan Investasi AI

Tigress Financial naikkan target harga Nvidia ke $360, tertinggi di Wall Street, di tengah lonjakan investasi global pada infrastruktur AI.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
400
Tigress Financial Kejutkan Wall Street, Naikkan Target Harga Nvidia ke $360 di Tengah Ledakan Investasi AI
Ilustrasi chip Nvidia diangkat saat presentasi, menggambarkan lonjakan target harga Wall Street ke $360 di tengah booming investasi AI global. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nvidia kembali mengguncang pasar setelah Tigress Financial menetapkan target harga baru sebesar $360, level tertinggi di Wall Street, dalam laporan terbaru yang dirilis pekan ini. Revisi agresif ini muncul ketika saham Nvidia diperdagangkan di kisaran $183, membuka potensi lonjakan hampir 97% dalam 12 bulan ke depan. Analis Tigress, Ivan Feinseth, menilai momentum Nvidia di sektor infrastruktur AI masih jauh dari puncaknya, terutama setelah perusahaan mencatat lonjakan pendapatan yang belum menunjukkan tanda perlambatan.

“Nvidia berada pada posisi paling strategis untuk menyerap gelombang investasi AI global yang terus meningkat,” ujar Feinseth dalam laporan risetnya.

Kenaikan target harga ini juga didorong oleh proyeksi belanja modal raksasa dari para hyperscaler dan penyedia layanan cloud, yang diperkirakan menggelontorkan lebih dari $650 miliar pada 2026 untuk infrastruktur AI. Nvidia dipandang sebagai penerima manfaat terbesar dari ekspansi tersebut, terutama karena dominasi GPU dan ekosistem perangkat lunaknya yang semakin tak tergantikan dalam pengembangan model AI generatif, robotika, hingga akselerasi data center.

“Kami melihat percepatan permintaan yang berkelanjutan, baik untuk pelatihan maupun inferensi AI, dan Nvidia berada tepat di pusat siklus tersebut,” tulis Tigress dalam catatan terpisah.

Dalam laporan keuangan terbaru, Nvidia membukukan pendapatan kuartal yang melonjak 73% YoY menjadi $6,81 miliar, sementara panduan pendapatan kuartal berikutnya mencapai $7,8 miliar, jauh di atas ekspektasi analis. Jika dikonversi, proyeksi pendapatan tersebut setara dengan sekitar Rp122,7 triliun (kurs Rp15.750 per USD).

Feinseth memperkirakan pendapatan Nvidia dapat mencapai $405,55 miliar dalam setahun ke depan, dengan laba operasi bersih sekitar $200,98 miliar, angka yang mencerminkan keyakinan kuat terhadap ekspansi jangka panjang perusahaan. Ia juga menilai valuasi Nvidia masih memiliki ruang besar untuk naik, terutama jika investasi AI global yang diproyeksikan mencapai $3–4 triliun hingga 2030 terealisasi.

“Ini bukan sekadar fase hype—AI telah menjadi fondasi baru komputasi, dan Nvidia adalah mesin utamanya,” tegas Tigress.

Dengan target harga baru yang jauh melampaui konsensus analis lain di kisaran $272, Nvidia kembali menegaskan posisinya sebagai pusat gravitasi industri AI global. Para investor kini menunggu konferensi GTC mendatang, yang diprediksi menjadi katalis besar berikutnya bagi saham perusahaan.

Berita Terkait