TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Sebuah studi internasional yang dirilis oleh ToxFREE LIFE for All pada Februari 2026 mengungkap bahwa hampir semua headphone yang beredar di pasaran mengandung zat kimia berbahaya yang berpotensi masuk ke tubuh pengguna. Penelitian ini melibatkan pengujian terhadap 81 model headphone, baik tipe in-ear maupun over-ear, dari berbagai merek ternama seperti Bose, Panasonic, Samsung, Sennheiser, hingga produk murah dari Shein dan Temu.
Dalam laporan tersebut, para peneliti menemukan bahwa 98% sampel mengandung Bisphenol A (BPA), senyawa sintetis yang meniru hormon estrogen dan telah dikaitkan dengan risiko kanker, gangguan neurodevelopmental, serta pubertas dini. Selain BPA, ditemukan pula kandungan phthalates, chlorinated paraffins, brominated flame retardants, dan PFAS—zat kimia yang dikenal sebagai “forever chemicals” karena sulit terurai dan dapat terakumulasi dalam tubuh manusia.
“Zat-zat ini bukan sekadar aditif, mereka bisa bermigrasi dari headphone ke tubuh kita,” ujar Karolina Brabcova, pakar kimia dari Arnika, salah satu anggota konsorsium riset ToxFREE.
Penyerapan zat berbahaya tersebut semakin meningkat saat pengguna berkeringat atau berolahraga, karena panas dan kelembapan mempercepat migrasi kimia ke kulit. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan perangkat audio yang digunakan secara intensif dalam aktivitas harian.
“Bahan plastik yang digunakan dalam produksi headphone adalah sumber utama zat beracun ini,” tulis laporan ToxFREE.
Studi ini juga menyoroti bahwa risiko paparan tidak terbatas pada produk murah atau tiruan. Headphone dari merek premium pun menunjukkan kandungan kimia serupa, menandakan bahwa masalah ini bersifat sistemik dalam industri perangkat audio. Para peneliti menyerukan transparansi bahan dan reformulasi produk agar lebih aman bagi konsumen.
“Temuan ini menunjukkan bahwa paparan kimia berbahaya bukan hanya masalah kosmetik, tetapi ancaman kesehatan yang nyata,” tulis Tom’s Guide
ToxFREE sebelumnya juga menemukan zat beracun dalam pakaian dalam wanita dan peralatan dapur yang didukung selebritas. Organisasi ini menyerukan regulasi yang lebih ketat terhadap bahan kimia dalam produk konsumen, serta pelabelan yang jelas agar pengguna dapat membuat keputusan yang lebih aman.