TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — SpaceX kembali mencatat sejarah pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. Roket Falcon 9 sukses meluncurkan 24 satelit Starlink dari Vandenberg Space Force Base di California, menandai peluncuran ke-600 Falcon 9 secara keseluruhan sejak debutnya pada 2010. Misi ini berlangsung tepat di Hari Valentine, pukul 17:59 waktu Pasifik, dan langsung memperkuat konstelasi internet satelit terbesar di dunia yang kini mendekati 8.000 unit aktif.
Peluncuran dari Space Launch Complex 4 East (SLC-4E) ini menggunakan booster yang sudah terbang 22 kali sebelumnya, termasuk misi bersejarah seperti Crew-7 ke ISS, CRS-29 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta 12 misi Starlink sebelumnya. Setelah lepas landas, booster berhasil mendarat vertikal di kapal drone “Of Course I Still Love You” di Samudra Pasifik, membuktikan sekali lagi keandalan teknologi reusable SpaceX yang telah mengubah ekonomi luar angkasa.
Misi ini adalah yang ke-12 Starlink tahun 2026, menambah jumlah satelit V2 Mini ke orbit rendah Bumi. Konstelasi ini kini melayani lebih dari 4 juta pelanggan di 100 negara, termasuk jutaan di Indonesia yang semakin bergantung pada layanan ini untuk konektivitas di daerah terpencil.
“Pada hari Sabtu, 14 Februari pukul 5:59 sore. PT, Falcon 9 meluncurkan 24 satelit Starlink ke orbit Bumi rendah dari Space Launch Complex 4 East (SLC-4E) dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.”
“Ini adalah penerbangan ke-22 untuk pendorong tahap pertama yang mendukung misi ini, yang sebelumnya meluncurkan Crew-7, CRS-29, PACE, Transporter-10, EarthCARE, NROL-186, Transporter-13, TRACERS, NROL-48, COSMO-SkyMed Generasi Kedua FM3, dan sekarang 12 misi Starlink.”
Peluncuran berjalan mulus sesuai timeline ketat. Sekitar satu jam setelah lepas landas, 24 satelit berhasil dideploy ke posisi orbit yang tepat. Warga di sekitar Santa Barbara, San Luis Obispo, dan Ventura County sempat mendengar sonic boom dari pendaratan booster, fenomena rutin yang kini jadi atraksi langit malam California.
Dengan capaian ini, SpaceX semakin mendekati target 100 peluncuran Falcon 9 tahun ini. Elon Musk dan timnya terus mempercepat ritme, di tengah persaingan ketat dari perusahaan satelit lain seperti Amazon Project Kuiper dan China’s GuoWang. Di Indonesia, tambahan satelit ini berarti cakupan Starlink semakin luas, terutama untuk mendukung program digitalisasi pemerintah di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.
SpaceX tak berhenti di situ. Beberapa misi Starlink berikutnya sudah dijadwalkan minggu ini dari Florida dan California, menjanjikan konektivitas global yang semakin cepat dan terjangkau.