TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Sony Semiconductor Solutions Corporation resmi meluncurkan sensor gambar mobile LYTIA 901 pada akhir November 2025, sensor stacked CMOS 1/1.12 inci dengan resolusi efektif sekitar 200 megapiksel yang kini memasuki produksi massal dan siap mendukung smartphone flagship mulai 2026. Sensor ini menjadi yang pertama di industri dengan sirkuit pemrosesan gambar berbasis AI tertanam langsung di dalam chip, memungkinkan zoom digital hingga 4x berkualitas tinggi tanpa modul lensa telephoto tambahan pada kamera monokular.
Pengumuman dari Sony di Atsugi, Jepang, menyoroti penggunaan format piksel Quad-Quad Bayer Coding (QQBC) yang mengelompokkan 16 piksel berwarna sama untuk meningkatkan sensitivitas cahaya sambil mempertahankan resolusi tinggi. Dengan ukuran piksel 0.7 μm dan diagonal 14.287 mm, sensor ini menghasilkan output 12.5MP saat binning 4x4 untuk performa low-light optimal, atau 50MP pada 2x2, serta full 200MP untuk detail maksimal. Fitur AI on-chip menangani remosaicing secara real-time, memastikan detail tajam, pengurangan noise, dan reproduksi pola halus bahkan saat zoom 4x pada video 4K 30fps.
Dynamic range mencapai lebih dari 100 dB atau setara sekitar 17 stop melalui kombinasi Dual Conversion Gain HDR (DCG-HDR), Hybrid Frame HDR, dan pipeline ADC 12-bit, memungkinkan penangkapan highlight dan shadow yang lebih baik di kondisi kontras tinggi. Sensor juga mendukung video 8K 30fps, 4K 120fps, serta burst shooting hingga 60fps pada 12.5MP dan 10fps full 200MP dengan all-pixel autofocus.
“Produk ini menggunakan format array piksel yang memberikan resolusi tinggi dan sensitivitas tinggi, serta mengintegrasikan sirkuit pemrosesan gambar berbasis AI di dalam sensor.”
Pernyataan resmi Sony Semiconductor Solutions menegaskan komitmen untuk menghadirkan pengalaman fotografi mobile baru, terutama zoom berkualitas tanpa menambah ketebalan perangkat atau kompleksitas multi-kamera.
Inovasi ini berpotensi mengubah desain kamera smartphone flagship 2026, mengurangi ketergantungan pada setup triple atau quad camera tradisional. Produsen seperti Vivo, Oppo, dan Xiaomi diprediksi menjadi adopter pertama, memicu persaingan sengit dengan sensor 200MP kompetitor seperti Samsung ISOCELL HP series dan OmniVision OVB0D. Komunitas di Reddit, X, dan forum tech global ramai mendiskusikan bagaimana LYTIA 901 bisa membuat ponsel lebih ramping namun lebih powerful dalam fotografi dan videografi.
Dengan spesifikasi unggul ini, Sony memperkuat dominasinya di pasar sensor mobile dan membuka era komputasi fotografi berbasis AI yang lebih canggih.