08 January 2026, 15:23

Sinkhole Mendadak Muncul di Limapuluh Kota, IAGI Sumbar Tunggu Tim Geolistrik untuk Telusuri Penyebab

(IAGI) Provinsi Sumatera Barat menyatakan masih membutuhkan tim geolistrik untuk mengukur dan mengkaji lebih jauh fenomena sinkhole

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
980
Sinkhole Mendadak Muncul di Limapuluh Kota, IAGI Sumbar Tunggu Tim Geolistrik untuk Telusuri Penyebab
IAGI Sumbar butuh tim geolistrik untuk kaji fenomena sinkhole di Limapuluh Kota. Lubang berdiameter 10 meter ini berpotensi membahayakan keselamatan warga. (Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Perspektif.co.id - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Sumatera Barat menyatakan masih membutuhkan tim geolistrik untuk mengukur dan mengkaji lebih jauh fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Ketua IAGI Sumbar Dian Hadiyansyah menegaskan pemeriksaan geolistrik diperlukan untuk memperkirakan apa yang terjadi di bawah permukaan dan memastikan penyebab kemunculan lubang tersebut.

“Kita butuh tim geolistrik untuk mengukur atau menduga kejadian di bawah permukaan,” kata Dian di Kota Padang dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Menurut Dian, keberadaan tim geolistrik dinilai krusial untuk memetakan potensi yang mungkin masih berlangsung di bawah tanah, termasuk kemungkinan munculnya keruntuhan susulan. Hingga kini, penyebab pasti sinkhole tersebut belum diketahui. Lubang yang muncul dilaporkan berdiameter sekitar 10 meter dengan kedalaman lebih dari lima meter.

Fenomena sinkhole itu terjadi di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Peristiwa ini dilaporkan muncul mendadak di kawasan permukiman, membuat warga panik dan mempertanyakan penyebabnya.

Sembari menunggu kehadiran tim geolistrik yang kemungkinan diutus oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Geologi, atau instansi terkait, Dian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi. Salah satu kekhawatiran IAGI adalah kondisi tanah di sekitar lubang yang diduga sudah rapuh dan berisiko runtuh.

“Kita khawatirnya atapnya itu sudah rawan dan tidak stabil serta bisa memunculkan runtuhan baru sehingga diimbau jangan mendekat apalagi beramai-ramai ke sana,” tuturnya.

Dian menjelaskan fenomena serupa cukup umum terjadi di kawasan bukit kapur atau gamping. Ia mencontohkan kejadian arus air yang tiba-tiba menghilang di kawasan Indarung, Kota Padang. “Di daerah Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan cukup sering kejadian arus air tiba-tiba hilang kemudian muncul mata air yang baru,” pungkasnya.

Terpisah, Ahli Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi Ade Edward juga menilai peristiwa sinkhole sering terjadi, terutama di daerah yang didominasi batu kapur. “Fenomena sinkhole ini sebenarnya sering terjadi, terutama di daerah bukit kapur,” ungkapnya, Minggu (4/1).

Ade menjelaskan Nagari Situjuah merupakan kawasan batu kapur, namun tertutup material erupsi Gunung Sago sehingga keberadaan batuan kapur di permukaan tidak terlihat jelas. Kawasan yang subur itu umumnya dikelola masyarakat sebagai lahan pertanian.

Menurutnya, karakter batuan kapur yang mudah larut saat terpapar air hujan dapat memicu terbentuknya retakan. Proses pelarutan dan retakan yang berlanjut dapat menciptakan rongga di bawah permukaan yang pada titik tertentu kolaps, lalu membentuk lubang besar yang tampak mendadak di permukaan—yang dikenal sebagai sinkhole.

Ade menegaskan fenomena lubang besar yang muncul tiba-tiba tidak hanya terjadi di Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota. Kejadian serupa pernah dilaporkan di Kamang, Kabupaten Agam, yang juga merupakan kawasan batu kapur.

Berita Terkait