Perspektif.co.id - Hari Jomblo Sedunia atau Singles Day kembali diperingati pada 11 November 2025. Meski kerap dianggap sebagai momen lucu atau sekadar “hari milik para single”, perayaan ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari budaya Tiongkok dan berkembang menjadi fenomena global, terutama dalam dunia belanja daring.
Menurut laporan Reuters, Singles Day pertama kali dicetuskan di Nanjing, China pada tahun 1993. Momen ini bermula dari empat mahasiswa pria yang merayakan kesendirian mereka sebagai bentuk kebanggaan, bukan kesedihan. Awalnya, hari ini dikenal sebagai “Hari Sarjana” karena dirayakan oleh mahasiswa lajang. Namun seiring waktu, gagasannya menyebar ke berbagai universitas dan berubah menjadi budaya populer.
Perayaan ini bahkan pernah disebut sebagai “hari libur” bagi para jomblo: momen untuk memberikan hadiah pada diri sendiri, berkumpul, hingga mengadakan pesta. Kini, tradisi tersebut berkembang jauh lebih besar mengubah Singles Day menjadi festival belanja terbesar di dunia, berlangsung sejak 14 Oktober hingga puncaknya pada 11 November.
Selain belanja, banyak orang merayakan Hari Jomblo Sedunia dengan berbagi pesan penyemangat dan kata-kata inspiratif. Berikut 45 ucapan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang cocok dibagikan kepada teman, sahabat, atau diri sendiri.
Berikut 35 ucapan terbaik Hari Jomblo Sedunia yang sudah dipilih dari daftar panjangmu, dirapikan, dan disusun agar lebih enak dibaca. Bisa langsung dipakai untuk artikel, IG carousel, atau infografis.
1. Being single doesn’t mean no one loves you; it means you love yourself enough to wait for the best.
(Menjadi lajang bukan berarti tidak ada yang mencintaimu; itu berarti kamu cukup mencintai dirimu sendiri untuk menunggu yang terbaik.)
2. If you can’t love yourself, how are you gonna love somebody else?
(Kalau kamu tidak bisa mencintai dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa mencintai orang lain?)
3. Being single is an opportunity to live life on your own terms.
(Menjadi lajang adalah kesempatan untuk hidup sesuai caramu sendiri.)
4. Love your singlehood because it’s the time you dedicate exclusively to yourself.
(Cintai masa lajangmu karena itu waktu yang kamu dedikasikan untuk dirimu sendiri.)
5. Being single means living life without limits or permission.
(Menjadi lajang berarti hidup tanpa batas dan tanpa harus meminta izin.)
6. The best relationship is the one you have with yourself.
(Hubungan terbaik adalah hubunganmu dengan dirimu sendiri.)
7. Sometimes, being alone is healthier than being in bad company.
(Kadang, lebih sehat sendirian daripada berada di lingkungan yang buruk.)
8. I’d rather be alone than with someone who makes me feel alone.
(Aku lebih memilih sendirian daripada bersama seseorang yang membuatku merasa sendirian.)
9. Singlehood is a blessing when you find yourself instead of searching for someone else.
(Masa lajang adalah berkah ketika kamu menemukan dirimu sendiri, bukan mencari orang lain.)
10. Be a happy single so love becomes a bonus, not a necessity.
(Jadilah lajang yang bahagia agar cinta menjadi bonus, bukan kebutuhan.)
11. Independence is happiness.
(Kemandirian adalah kebahagiaan.)
12. Being single means being free to build your own path.
(Menjadi lajang berarti bebas membangun jalan hidupmu sendiri.)
13. Singlehood is self-sufficiency, not lack.
(Masa lajang adalah kecukupan diri, bukan kekurangan.)
14. You are already a masterpiece on your own.
(Kamu sudah menjadi karya seni yang sempurna.)
15. Self-love is the first step to any relationship.
(Cinta diri adalah langkah pertama menuju setiap hubungan.)
16. Travel solo, love your own company, build your own empire.
(Bepergianlah sendiri, cintai dirimu sendiri, bangun impianmu sendiri.)
17. Fall in love with life first.
(Jatuh cintalah pada kehidupan terlebih dahulu.)
18. The best gift you can give yourself is enjoying your own company.
(Hadiah terbaik adalah menikmati kebersamaan dengan dirimu sendiri.)
19. I rescue myself.
(Aku menyelamatkan diriku sendiri.)
20. Being single is a chance to become the best version of yourself.
(Menjadi lajang adalah kesempatan menjadi versi terbaik dari dirimu.)
21. I’m in a long-distance relationship with happiness.
(Aku sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan kebahagiaan.)
22. Being single is like being a cat: independent and mysterious.
(Menjadi lajang itu seperti kucing: mandiri dan misterius.)
23. My heart has standards my patience can’t ignore.
(Hatiku punya standar yang tak bisa aku abaikan.)
24. Relax, you’re doing great on your own.
(Tenang saja, kamu sudah hebat sendirian.)
25. Singles’ Day is the perfect excuse to spoil yourself.
(Hari Jomblo adalah alasan terbaik untuk memanjakan diri.)
26. At least I don’t have to share my lemonade.
(Setidaknya aku tak perlu berbagi lemonadeku.)
27. More time for what really matters: food and TV shows.
(Lebih banyak waktu untuk hal penting: makanan dan acara TV.)
28. Happiness comes from mindset, not relationship status.
(Kebahagiaan berasal dari pola pikir, bukan status hubungan.)
29. Enjoy life without depending on anyone else.
(Nikmati hidup tanpa bergantung pada siapa pun.)
30. Being single means room to grow and explore.
(Lajang berarti ruang untuk tumbuh dan menjelajah.)
31. I’m focusing on myself.
(Aku sedang fokus pada diriku sendiri.)
32. The best love is the one you give yourself.
(Cinta terbaik adalah cinta yang kamu berikan pada dirimu sendiri.)
33. Singlehood is the best time to build the future you want.
(Masa lajang adalah waktu terbaik membangun masa depan.)
34. Your story doesn’t need someone else to be beautiful.
(Ceritamu tak butuh orang lain untuk menjadi indah.)
35. You are enough — with or without a partner.
(Kamu sudah cukup — dengan atau tanpa pasangan.)
Hari Jomblo Sedunia bukan semata soal status tanpa pasangan melainkan tentang merayakan diri sendiri, menghargai perjalanan hidup, dan menikmati kebebasan untuk bertumbuh. Baik Anda memilih merayakannya dengan belanja, me time, atau membagikan pesan inspiratif, 11 November memberi ruang bagi siapa pun untuk merasakan bahwa kesendirian pun bisa penuh makna.
Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya pasangan, melainkan bagaimana seseorang mampu mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu.***