SERPONG UTARA, Perspektif.co.id - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menyambangi Masjid Al-Muhajirin Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, pada Rabu (25/2/2026). Dalam kunjungan perdana itu, Pilar menekankan Safari Ramadan tidak ditempatkan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurut Pilar, pertemuan di masjid pada bulan suci menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan dalam mendukung program pembangunan Kota Tangerang Selatan. Ia menilai, komunikasi yang terbuka dan intens antara pemerintah, perangkat wilayah, serta warga akan menentukan efektivitas kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan.
“Ini bentuk silaturahmi kami, Pemerintah Kota (Tangerang Selatan) bersama masyarakat. Supaya ke depan, program apapun yang dijalankan bisa didukung bersama-sama demi Tangsel yang lebih baik,” ujar Pilar di hadapan jamaah dan warga yang hadir.
Ia berharap, melalui pertemuan nonformal di masjid-masjid, ukhuwah Islamiyah kian kuat dan semangat gotong royong dapat terpelihara. Pilar juga menegaskan pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun hal-hal yang perlu ditindaklanjuti agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Kalau masyarakat ada sesuatu, silakan sampaikan kepada kami. Begitu juga kalau ada program, pasti kami sampaikan. Jadi saling mendukung,” tambahnya.
Dalam Safari Ramadan tahun ini, Pemkot Tangerang Selatan turut menyalurkan bantuan bagi para imam, marbot, serta guru ngaji TPA/TPQ. Total anggaran yang disiapkan disebut sekitar Rp405 juta, dengan cakupan penyaluran di 54 kelurahan di Kota Tangerang Selatan. Pemerintah juga memprioritaskan penerima yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di lingkungan masyarakat.
Selain bantuan bagi perangkat keagamaan, Pemkot Tangsel juga membuka peluang hibah untuk masjid yang sedang dalam proses pembangunan. Mekanisme pengajuan hibah akan mengikuti ketentuan yang berlaku, sehingga bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran dan akuntabel.