JAKARTA, Perspektif.co.id — Influencer kripto Timothy Ronald mengumumkan perubahan skema bayaran untuk para clipper (editor potongan konten) menjadi berbasis performa. Ia menetapkan tarif Rp1.000 untuk setiap 1.000 tayangan (views) dan menyebut langkah ini sebagai cara mencari kru yang sevisi sekaligus membuka peluang kerja, terutama di daerah.
“kita cari loyalis disini yang se visi dengan edukasi kita,” ungkapnya dalam pengumuman di media sosial Discord, dikutip Rabu (10/12).
Timothy menegaskan peralihan dari skema sebelumnya menjadi pay per performance berlaku untuk konten yang lolos standar narasi dan tidak menyesatkan.
Ia juga memperingatkan larangan keras mengklaim video milik pihak lain. “Fungsi gua buat ini buat bantu temen temen di daerah bisa kita gaji juga dan buka lapangan pekerjaan lebih banyak. Clipper yang mix akun dengan orang lain juga akan kita blacklist.”
Menjelaskan hitungan bayaran, Timothy memastikan tarif berlaku linier mengikuti jumlah penonton.
“Kita akan hargai 1rb view = 1rb rupiah. Jadi 100k views = 100rb rupiah, 2jt views = 2 jt rupiah and so on,” jelas dia.
Soal pencairan, ia menyebut pembayaran akan dilakukan langsung ke rekening yang didaftarkan. “Kalian akan langsung di transfer sesuai rekening yang kalian tulis disitu dan pencairan akan cepat, bisa lebih banyak yang digaji juga.”
Adapun persyaratan konten yang berhak di klaim antara lain: (1) konteks tidak ngawur dan tidak membuat narasi palsu demi mengejar penonton—video akan dicek, serta (2) dilarang keras mengakui video orang lain sebagai milik sendiri. Profil (foto, username, bio) bebas, selama klip yang diunggah berkualitas dan punya view yang bisa diverifikasi; minimal 50 ribu view pun tetap bisa diajukan sesuai aturan yang disebutkan Timothy.