23 February 2026, 01:58

Prancis Hancurkan Rekor Fusi Nuklir: Plasma Bertahan 22 Menit di Suhu Neraka, Energi Abadi Makin Dekat!

Rekor dunia fusi nuklir: Prancis pertahankan plasma 22 menit di WEST tokamak pada suhu 50 juta °C, langkah besar menuju energi bersih tak terbatas.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
609
Prancis Hancurkan Rekor Fusi Nuklir: Plasma Bertahan 22 Menit di Suhu Neraka, Energi Abadi Makin Dekat!
Sketsa tinta berwarna mesin WEST di Cadarache menampilkan pipa kuning, kabel biru, dan teknisi putih. Rekor fusi: plasma 22 menit pada 50 juta °C — kemajuan energi bersih ITER. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Tim peneliti dari Commissariat à l’énergie atomique et aux énergies alternatives (CEA) di Cadarache, Prancis, berhasil mencetak prestasi monumental pada 12 Februari 2026, ketika mesin tokamak WEST mereka mempertahankan plasma hidrogen pada suhu mencapai 50 juta derajat Celsius selama 1.337 detik, atau lebih dari 22 menit, yang merupakan rekor dunia baru dalam pengendalian plasma untuk fusi nuklir.

Pencapaian ini, yang melampaui rekor sebelumnya dari tokamak EAST di China sebesar 25 persen, dicapai melalui injeksi daya pemanas sebesar 2 megawatt, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguasaan teknologi plasma yang stabil untuk jangka waktu lebih panjang, yang krusial bagi pengembangan reaktor fusi komersial seperti proyek ITER internasional.  Dengan suhu plasma yang tiga kali lebih panas daripada inti Matahari, eksperimen ini tidak hanya membuktikan ketahanan komponen tungsten dalam menghadapi kondisi ekstrem, tetapi juga membuka jalan bagi produksi energi bersih yang tak terbatas, di mana fusi atom hidrogen menghasilkan energi tanpa limbah radioaktif berbahaya seperti pada fisi nuklir konvensional.

Prestasi ini datang hanya beberapa minggu setelah rekor EAST pada Januari 2026, yang bertahan selama 1.066 detik, menandai persaingan ketat di antara laboratorium global dalam mengejar fusi nuklir sebagai solusi energi masa depan.  Para ilmuwan CEA menekankan bahwa kemampuan memperpanjang durasi plasma ini adalah bukti maturitas pengetahuan tentang perilaku plasma dan kontrol teknisnya, yang akan membantu menstabilkan plasma dalam skala lebih besar pada mesin seperti ITER, proyek kolaborasi internasional senilai 20 miliar euro yang bertujuan menghasilkan energi fusi neto pertama kali. Dalam uji coba tersebut, WEST menggunakan plasma hidrogen untuk mensimulasikan kondisi fusi deuterium-tritium yang sesungguhnya, dengan fokus pada pengelolaan panas dan kestabilan divertor tungsten, komponen kunci yang menangani limbah panas dari reaksi. Keberhasilan ini juga mendapat sorotan di media sosial, di mana pengguna X membahas implikasi AI dalam mempercepat prediksi instabilitas plasma dan optimalisasi simulasi, menjadikannya katalisator potensial untuk kemajuan lebih lanjut.

“WEST telah mencapai tonggak teknologi kunci dengan mempertahankan plasma hidrogen selama lebih dari dua puluh menit melalui injeksi daya pemanas 2 MW,” kata Anne-Isabelle Etienvre, Direktur Penelitian Fundamental di CEA. Pencapaian ini menunjukkan lompatan maju dalam pemahaman plasma dan pengendalian teknologinya untuk periode lebih lama, serta memberikan harapan bahwa plasma fusi dapat distabilkan untuk durasi lebih besar di mesin seperti ITER.

Tim WEST berencana mendorong batas lebih jauh dalam bulan-bulan mendatang, menargetkan durasi plasma hingga beberapa jam dengan suhu lebih tinggi, sebagai bagian dari upaya kolektif global untuk mengatasi tantangan teknis dalam mengendalikan plasma yang tidak stabil secara alami. Di tengah diskusi internasional tentang transisi energi, rekor ini memperkuat posisi Eropa dalam riset fusi, dengan kontribusi dari konsorsium EUROfusion yang mendanai eksperimen ini melalui program Euratom. Meskipun belum menghasilkan energi neto, kemajuan ini membawa kita lebih dekat pada realisasi reaktor fusi yang bisa menyediakan listrik murah dan berkelanjutan dari air laut sebagai bahan bakar, potensial merevolusi sektor energi dunia. Pengumuman ini juga memicu antusiasme di platform seperti X dan Reddit, di mana komunitas tech membahas bagaimana rekor ini bisa mempercepat timeline komersialisasi fusi, dengan beberapa pengguna menyoroti peran Prancis sebagai pemimpin dalam energi bersih.

Berita Terkait