19 May 2026, 08:21

Platform AI Rubin Nvidia Bakal Serap Memori LPDDR Lebih Banyak dari Apple dan Samsung Digabung pada 2027

Platform AI Vera Rubin Nvidia diprediksi serap memori LPDDR lebih banyak dari Apple dan Samsung digabung pada 2027, ancam pasokan smartphone global.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
326
Platform AI Rubin Nvidia Bakal Serap Memori LPDDR Lebih Banyak dari Apple dan Samsung Digabung pada 2027
Board GPU Nvidia Vera Rubin dengan modul LPDDR5X SOCAMM — platform AI yang diprediksi serap memori lebih banyak dari Apple dan Samsung digabung pada 2027. (Foto: Tom's Hardware)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Platform kecerdasan buatan Vera Rubin milik Nvidia diprediksi menjadi mesin konsumsi memori LPDDR terbesar di dunia pada 2027, melampaui gabungan permintaan dua raksasa teknologi sekaligus — Apple dan Samsung Electronics. Proyeksi mengejutkan ini datang dari riset Hana Securities dan Citrini Research, yang dikutip luas oleh Wccftech dan Parameter.io, dan memicu kekhawatiran serius soal krisis pasokan memori global yang bakal menghantam pasar smartphone hingga laptop.

Konsumsi LPDDR Nvidia diperkirakan melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam dua tahun, dari sekitar 3,144 miliar gigabyte pada 2026 menjadi 6,041 miliar gigabyte pada 2027. Angka ini bukan sekadar statistik — ini adalah sinyal pergeseran struktural industri memori global yang selama ini didominasi oleh kebutuhan perangkat konsumer.

Apple diproyeksikan mengonsumsi sekitar 2,966 miliar gigabyte LPDDR, sementara Samsung diestimasi di angka 2,724 miliar gigabyte. Gabungan keduanya hanya mencapai 5,72 miliar gigabyte — masih di bawah Nvidia sendirian. Lebih mengejutkan, Nvidia seorang diri berpotensi menguasai sekitar 36 persen dari total pasokan LPDDR global.

Platform Vera Rubin sendiri dirancang dengan subsistem memori LPDDR5X hingga 1,5 TB, mampu menghadirkan bandwidth hingga 1,2 TB/s dengan konsumsi daya rendah. Nvidia juga menggunakan modul SOCAMM dengan LPDDR5X yang memungkinkan aplikasi memperlakukan LPDDR5X dan HBM4 sebagai satu pool memori yang koheren, mengurangi overhead perpindahan data dan mengaktifkan teknik seperti KV-cache offload untuk eksekusi multi-model secara efisien.

Di sisi pasokan, Micron telah memperkenalkan modul LPDDR5X SOCAMM2 berkapasitas 256 GB, sementara SK Hynix sudah memulai produksi massal modul LPDDR5X SOCAMM2 192 GB khusus untuk platform Vera Rubin Nvidia.

Counterpoint Research menyebut pergeseran Nvidia ke LPDDR sebagai “perubahan seismik” bagi rantai pasokan memori. Perbandingannya mencolok: sebuah smartphone flagship rata-rata hanya menggunakan 12 GB LPDDR, sedangkan satu modul LPDDR5X SOCAMM saja sudah berisi 192 GB. Nvidia yang kini berada pada skala permintaan setara produsen smartphone besar dipastikan memicu lonjakan harga dan tekanan alokasi yang akan dirasakan konsumen di seluruh dunia.

“Platform Rubin AI NVIDIA saja akan melahap lebih banyak memori LPDDR pada tahun 2027 daripada gabungan Apple dan Samsung, membuat pasokan ponsel pintar kelaparan,” tulis Wccftech dalam laporannya, mengutip data Citrini Research.

Para analis mencatat ini menandai patahan struktural dari pola historis konsumsi memori yang selama ini berpusat pada perangkat mobile, kini bergeser ke kluster komputasi AI berperforma tinggi. Lonjakan permintaan server AI dikhawatirkan akan memperketat rantai pasokan dan mendongkrak biaya di seluruh ekosistem semikonduktor.

AMD MI400 dan sejumlah platform AI agentik generasi berikutnya juga disebut sebagai sumber tambahan lonjakan permintaan LPDDR, makin memperparah tekanan pada rantai pasokan DRAM global pada 2027.

Berita Terkait