TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Meta resmi memperluas kemitraan strategisnya dengan Nvidia untuk membangun infrastruktur AI skala besar yang akan menopang layanan WhatsApp, Threads, dan seluruh ekosistem Meta. Pengumuman ini disampaikan pada 17 Februari 2026, bersamaan dengan rencana investasi hingga US$135 miliar untuk pengembangan 30 pusat data AI di Amerika Serikat hingga 2028.
Dalam pernyataan resminya, CEO Meta Mark Zuckerberg menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menghadirkan “personal superintelligence untuk semua orang di dunia,” dengan memanfaatkan platform Vera Rubin dari Nvidia yang terdiri dari CPU Grace, GPU Rubin, dan jaringan Spectrum-X Ethernet.
“Kami sangat antusias memperluas kemitraan dengan Nvidia untuk membangun klaster AI generasi berikutnya menggunakan platform Vera Rubin,” ujar Zuckerberg.
Meta akan menjadi perusahaan pertama yang mengimplementasikan CPU Grace sebagai chip mandiri dalam pusat data, bukan hanya sebagai pendamping GPU. Langkah ini dinilai sebagai validasi atas strategi “soup-to-nuts” Nvidia yang mengintegrasikan CPU, GPU, jaringan, dan perangkat lunak dalam satu arsitektur terpadu.
“Tidak ada yang menerapkan AI sebesar Meta—menggabungkan riset frontier dengan infrastruktur industri untuk mendukung sistem rekomendasi dan personalisasi terbesar di dunia,” kata Jensen Huang, CEO Nvidia.
Selain untuk pelatihan dan inferensi model AI, Meta juga mengadopsi teknologi Confidential Computing dari Nvidia untuk WhatsApp. Fitur ini memungkinkan pemrosesan data pribadi dalam enclave terenkripsi, menjaga privasi pengguna saat fitur AI seperti auto-reply, voice synthesis, dan rekomendasi konten dijalankan di server.
“Platform yang diamankan ini akan memastikan privasi selama komputasi, sekaligus membantu penyedia software dan perusahaan AI melindungi kekayaan intelektual mereka,” tulis Meta dalam pernyataan bersama Nvidia.
Di sisi Threads, Meta memperkenalkan fitur “Dear Algo” yang memungkinkan pengguna menyesuaikan algoritma feed mereka secara manual. Pengguna cukup mengetik “Dear Algo…” di kolom pencarian dan melanjutkan dengan preferensi konten yang diinginkan. Fitur ini menjadi bagian dari strategi Meta untuk menjadikan Threads sebagai alternatif serius bagi X (Twitter).
Meta juga sedang mengembangkan aplikasi video AI bernama Vibes, yang akan menampilkan konten sepenuhnya hasil generasi AI. Aplikasi ini diposisikan sebagai evolusi dari feed video Threads dan akan bersaing langsung dengan TikTok dalam ranah konten sintetis.
Untuk WhatsApp, Meta menyiapkan fitur username dan sistem reservasi nama unik, serta alat AI untuk mengedit status visual langsung di dalam aplikasi. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah foto, menghapus objek, dan menambahkan animasi tanpa aplikasi eksternal.
“WhatsApp akan berubah total, menyerupai Instagram dengan status yang muncul di tab Chats dan Stories di foto profil,” tulis Phone Arena dalam laporan beta terbaru.
Dengan integrasi AI yang semakin dalam di seluruh platform, Meta menargetkan peningkatan efisiensi operasional, pengalaman pengguna yang lebih personal, dan monetisasi yang lebih agresif melalui konten dan iklan berbasis AI. Di tengah persaingan dengan Google, TikTok, dan Apple, langkah ini menegaskan posisi Meta sebagai pemain utama dalam revolusi AI konsumen dan enterprise.