28 February 2026, 16:40

Perplexity Guncang Industri AI: ‘Computer’ Orkestrasi 19 Model untuk Kerjakan Proyek Secara Otonom

Perplexity meluncurkan ‘Computer’, sistem AI yang mengorkestrasi 19 model untuk menjalankan proyek secara otonom bagi pengguna Max.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
619
Perplexity Guncang Industri AI: ‘Computer’ Orkestrasi 19 Model untuk Kerjakan Proyek Secara Otonom
Ilustrasi vektor futuristik minimalis: orb energi pusat dan 19 ikon AI melayang. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Perplexity resmi meluncurkan Perplexity Computer, sebuah sistem multi‑model yang dirancang untuk mengeksekusi proyek kompleks secara end‑to‑end dan mulai tersedia pada 25 Februari 2026 untuk pelanggan Max. Platform ini hadir ketika perusahaan AI berlomba mencari cara paling efisien memanfaatkan model-model besar, dan Perplexity memilih jalur berbeda: bukan membuat satu model superkuat, tetapi menggabungkan 19 model spesialis dalam satu sistem terpadu.

CEO Aravind Srinivas menegaskan bahwa pendekatan ini lahir dari keyakinan bahwa tidak ada satu model pun yang mampu bekerja optimal sendirian.
“Komputer menyatukan setiap kemampuan AI saat ini menjadi satu sistem,” ujarnya dalam pengumuman di X.

Srinivas kemudian menambahkan bahwa setiap model diperlakukan sebagai alat yang memainkan peran berbeda dalam satu orkestrasi besar.
“Musisi memainkan alat musik mereka. Saya memainkan orkestra,” katanya, mengutip Steve Jobs untuk menggambarkan filosofi desain sistem tersebut.

Perplexity Computer bekerja dengan memecah tujuan pengguna menjadi sub‑tugas, lalu mendistribusikannya ke model yang paling cocok—mulai dari Claude Opus 4.6 untuk penalaran dan orkestrasi, Gemini untuk riset mendalam, GPT‑5.2 untuk pencarian web dan konteks panjang, Grok untuk tugas cepat, Nano Banana untuk gambar, hingga Veo 3.1 untuk video. Sistem ini juga memiliki memori persisten, akses file, ratusan konektor, serta lingkungan komputasi terisolasi yang memungkinkan tugas berjalan berjam‑jam hingga berbulan‑bulan tanpa intervensi manusia.

Perusahaan menyebut platform ini sebagai general‑purpose digital worker yang mampu merencanakan, membangun, dan mengeksekusi proyek secara otonom. Peluncurannya menandai pergeseran besar dari chatbot menuju agen AI penuh yang dapat mengelola alur kerja kompleks, termasuk riset, penulisan dokumen, pemrosesan data, integrasi layanan eksternal, hingga deployment aplikasi.

Akses awal diberikan kepada pelanggan Max dengan biaya sekitar $200 per bulan, sementara pengguna Pro dan Enterprise akan menyusul setelah fase uji beban selesai. Perplexity memilih model harga berbasis penggunaan, bukan iklan, yang menurut Srinivas merupakan model bisnis paling tepat untuk AI generatif.

Peluncuran ini juga mempertegas taruhan besar Perplexity—yang kini bernilai $20 miliar—bahwa masa depan AI bukan ditentukan oleh pembuat model, tetapi oleh perusahaan yang mampu mengorkestrasi banyak model menjadi produk yang stabil, akurat, dan dapat diandalkan.

Berita Terkait