TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI resmi meluncurkan anak perusahaan baru bernama OpenAI Deployment Company pada Senin, 12 Mei 2026, bersamaan dengan akuisisi firma konsultan AI asal London, Tomoro, sebagai langkah agresif untuk mendominasi pasar enterprise — sementara di sisi lain, Apple dilaporkan menyepakati perjanjian awal manufaktur chip dengan Intel demi mengakhiri ketergantungan totalnya pada TSMC.
OpenAI Deployment Company diluncurkan dengan dana awal sebesar USD 4 miliar (sekitar Rp 65,6 triliun), didukung 19 investor eksternal termasuk TPG sebagai lead investor, Advent, Bain Capital, Brookfield, Goldman Sachs, SoftBank Corp., dan Warburg Pincus. Axios menilai valuasi unit ini mencapai USD 14 miliar.
Akuisisi Tomoro membawa sekitar 150 Forward Deployed Engineers (FDE) dan Deployment Specialists ke dalam OpenAI Deployment Company sejak hari pertama. Para insinyur ini akan bekerja langsung di dalam organisasi klien untuk mengidentifikasi area dampak tertinggi AI, merancang ulang infrastruktur, dan mengubah hasil tersebut menjadi sistem yang berkelanjutan.
Tomoro didirikan pada 2023 di Edinburgh dan London, dan telah membangun sistem AI untuk Virgin Atlantic, Supercell, Fidelity International, Tesco, Red Bull, Mattel, serta NBA — dengan pertumbuhan pendapatan bulanan sepuluh kali lipat dalam 12 bulan terakhir.
Model operasional OpenAI Deployment Company secara langsung mengadopsi strategi forward-deployed engineer milik Palantir, di mana insinyur ditempatkan di dalam perusahaan klien, menghubungkan model AI ke sistem legacy, dan merancang ulang alur kerja berdasarkan kebutuhan operasional nyata.
“AI menjadi mampu melakukan pekerjaan yang semakin berarti di dalam organisasi. Tantangannya sekarang adalah membantu perusahaan mengintegrasikan sistem ini ke dalam infrastruktur dan alur kerja yang mendukung bisnis mereka. DeployCo dirancang untuk membantu organisasi menjembatani kesenjangan itu dan mengubah kemampuan AI menjadi dampak operasional yang nyata,” kata Denise Dresser, Chief Revenue Officer OpenAI, sebagaimana dikutip Channel Life Australia.
Langkah ini juga dipicu oleh tekanan kompetitif: pangsa pasar OpenAI di segmen enterprise API dilaporkan turun dari sekitar 50% pada 2023 menjadi hanya 25% pada pertengahan 2025, seiring agresivitas Anthropic dan Google merebut pelanggan korporat.
Di sisi lain, Apple menghadapi krisis rantai pasok yang mendorong keputusan bersejarah. Dalam earnings call terbaru, CEO Tim Cook mengungkapkan bahwa penjualan iPhone 17 terhambat sepanjang kuartal karena Apple tidak mampu mendapatkan chip A19 dan A19 Pro dalam jumlah cukup dari TSMC.
Cook menyebut kepada Reuters bahwa “Permintaan keluar dari grafik... hanya ada sedikit kurang fleksibilitas dalam rantai pasokan saat ini untuk mendapatkan lebih banyak bagian,” mengonfirmasi dampak langsung kapasitas TSMC terhadap penjualan produk Apple.
Perjanjian awal Apple–Intel dikabarkan mencakup produksi sebagian chip seri M untuk Mac dan iPad serta model iPhone standar — tidak termasuk lini Pro — dengan target produksi mulai akhir 2026, menandai pertama kalinya Apple memisahkan produksi chip dari TSMC sejak 2016.
Intel kini mengoperasikan pabrik chip baru di Chandler, Arizona, menggunakan node 18A yang dirancang menandingi node 2nm TSMC. Analis Ben Bajarin dari Creative Strategies menyebut Intel sebagai “Satu-satunya tempat yang dapat meningkatkan kapasitas sebagai sumber kedua yang layak.”
Bajarin menambahkan bahwa sebuah kesepakatan Apple–Intel tidak akan berdampak signifikan pada TSMC karena kapasitas produksinya sudah berjalan penuh untuk memenuhi permintaan chip AI — sebagaimana dilaporkan CNBC.