TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft mengumumkan rencana besar untuk memindahkan seluruh produksi perangkat Surface, termasuk laptop dan tablet, keluar dari China mulai awal 2026, sebagai respons cepat terhadap ancaman tarif impor 100 persen dari Presiden Donald Trump yang memanas di Februari 2026. Langkah ini mencakup pemindahan pembuatan komponen, suku cadang, hingga perakitan akhir produk Surface dan server pusat data, menurut laporan mendalam Nikkei Asia yang dikutip berbagai media teknologi global.
Keputusan diambil di Redmond, Washington, oleh eksekutif rantai pasok Microsoft, dengan supplier diminta segera menyiapkan fasilitas produksi baru di negara lain untuk menghindari disrupsi bisnis akibat ketegangan perdagangan AS-China yang kian memuncak.
Perusahaan telah memulai pemindahan sebagian produksi server Surface ke luar China sejak akhir 2025, sambil meningkatkan manufaktur konsol Xbox di lokasi alternatif, sebagaimana dikonfirmasi sumber internal kepada Nikkei. Strategi ini bertujuan menjaga kelancaran peluncuran produk Surface generasi mendatang, seperti Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci yang baru dirilis Mei 2025 dengan prosesor Snapdragon X Plus bertenaga AI 45 TOPS NPU, yang kini menghadapi risiko keterlambatan jika produksi terhambat.
“Kami meminta supplier menyiapkan produksi di luar China untuk pengenalan produk baru Surface dan server, mulai 2026 paling cepat,” ujar seorang eksekutif rantai pasok Microsoft kepada Nikkei Asia.
Laporan serupa dari The Verge menegaskan bahwa relokasi ini bagian dari restrukturisasi global terbesar Microsoft, di tengah perang dagang yang mengancam biaya produksi melonjak drastis. TechBuzz menambahkan bahwa langkah ini bisa memengaruhi harga Surface di pasar global, termasuk Indonesia, meski Microsoft belum merinci lokasi baru seperti Vietnam atau India.
“Microsoft berupaya memindahkan manufaktur Surface hardware keluar China secepat 2026 karena ketegangan perdagangan AS-China,” tulis The Verge dalam analisisnya.
Windows Central melaporkan bahwa update Windows 11 versi 26H1, dirancang khusus untuk perangkat Surface dengan silikon baru seperti Snapdragon X2, juga terdampak strategi ini, dengan fokus pengiriman pada perangkat non-China mulai awal 2026. Analis industri memprediksi pergeseran ini akan mempercepat diversifikasi rantai pasok tech AS, meski menimbulkan tantangan logistik jangka pendek bagaimana Microsoft menjaga kualitas premium Surface seperti baterai tahan hingga 23 jam pada model 13 inci.
Microsoft belum mengomentari secara resmi via situs resminya, tapi blog Windows mengonfirmasi komitmen inovasi Surface Copilot+ PC yang kini berisiko terganggu.
Teknologi
China Kuasai 140 Triliun Token AI Per Hari, Lampaui AS di OpenRouter saat Laporan Stanford Ungkap Gap Tinggal 2,7%
China proses 140 triliun token AI per hari, kalahkan AS di OpenRouter. Laporan Stanford 2026 ungkap selisih performa model puncak tinggal 2,7%.
Hasida Kuchiki
19 Apr 2026