16 February 2026, 06:17

Merinding! Bung Karno 'Hidup Lagi' di GBK, Teknologi AI Hologram Sapa Ribuan Pelari Soekarno Run 2026

Ribuan pelari Soekarno Run 2026 di GBK dikejutkan sosok digital Bung Karno. Teknologi AI & hologram hidupkan sejarah. Simak momen emosional & teknologinya!

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
868
Merinding! Bung Karno 'Hidup Lagi' di GBK, Teknologi AI Hologram Sapa Ribuan Pelari Soekarno Run 2026
Ilustrasi Soekarno Run 2026: Ribuan pelari di GBK terpukau melihat hologram raksasa Bung Karno berbasis AI yang menyapa peserta dengan teknologi imersif canggih. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Gelora Bung Karno (GBK) mendadak berubah menjadi panggung lintas waktu yang futuristik pada Minggu pagi, pertengahan Februari 2026. Ribuan peserta ajang lari Soekarno Run: Runniversary dibuat terpaku bukan hanya oleh kemeriahan kompetisi, melainkan oleh kemunculan sosok Proklamator RI, Ir. Soekarno, yang hadir kembali di tengah-tengah mereka melalui teknologi imersif tingkat lanjut. Penyelenggara acara berhasil memadukan Augmented Reality (AR) spasial dan sintesis suara berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menghadirkan pidato penyemangat yang terasa begitu nyata, menciptakan momen emosional yang viral di berbagai platform media sosial dalam hitungan jam.

Teknologi yang digunakan dalam event ini melampaui sekadar proyeksi visual standar. Tim teknis menggunakan pemetaan wajah 3D dinamis yang dilatih menggunakan ribuan jam arsip video sejarah, memungkinkan avatar digital Bung Karno untuk berinteraksi secara visual dengan kerumunan, menatap langsung ke arah tribun, dan memberikan gestur khas yang sangat presisi. Suara yang dihasilkan pun bukan sekadar rekaman ulang, melainkan hasil rekonstruksi neural audio yang mampu menirukan intonasi, jeda, dan karisma orasi Bung Karno dengan akurasi yang membuat bulu kuduk merinding.

“Tujuan kami bukan sekadar nostalgia, tetapi membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi mesin waktu yang meruntuhkan jarak generasi. Dengan AI, semangat Bung Karno tidak lagi hanya ada di buku sejarah, tetapi hadir secara fisik dan emosional di hadapan Gen Z dan Alpha,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara dalam sesi wawancara singkat di area VIP, menekankan pentingnya digitalisasi sejarah (digital heritage) yang relevan dengan zaman.

Momen puncak terjadi ketika avatar hologram setinggi enam meter tersebut mengangkat tangan kanannya, seolah memberikan aba-aba start bagi para pelari kategori 10K. Respons peserta sangat masif; banyak yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut dengan kacamata pintar (smart glasses) mereka, yang secara otomatis menampilkan overlay kutipan-kutipan legendaris Bung Karno di ruang pandang mereka berkat integrasi jaringan 5G lokal yang dipasang khusus di area stadion.

“Rasanya seperti beliau benar-benar ada di sana. Tatapan matanya, getaran suaranya, semuanya terasa hidup. Ini adalah pengalaman lari paling magis yang pernah saya rasakan seumur hidup,” ungkap salah satu peserta yang masih tampak emosional setelah menyelesaikan garis finis, menggambarkan betapa kuatnya dampak integrasi teknologi imersif dalam sebuah perhelatan olahraga massal.

Berita Terkait