TANGERANG, Perspektif.co.id - Insiden penusukan menimpa seorang advokat bernama Bastian Sori (40) di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, setelah diduga terlibat cekcok dengan sekelompok debt collector atau ‘mata elang’ (matel) terkait penarikan kendaraan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 16.40 WIB, saat korban dan istrinya hendak keluar rumah untuk menjemput anak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, korban mendapati tiga orang tak dikenal sudah berada di depan rumahnya. Ketiganya disebut mengaku sebagai debt collector dan mempersoalkan tunggakan cicilan mobil korban. “Korban dengan ketiga orang tidak dikenal tersebut terjadi cekcok mulut perihal adanya tunggakan cicilan mobil Toyota Fortuner warna putih milik korban, tunggakan korban selama 2 bulan. Lanjut korban dan saksi tidak menghiraukan ketiga orang tidak dikenal yang mengaku DC (debt collector),” kata Budi.
Situasi kemudian bergerak hingga ke gerbang perumahan. Menurut keterangan kepolisian, korban sempat menegur petugas keamanan karena ada orang yang datang ke rumahnya. Pada saat yang sama, para pelaku yang hendak meninggalkan lokasi bertemu korban di gerbang. Cekcok kembali terjadi dan memuncak ketika korban mendatangi pihak yang diduga pelaku lantaran kendaraan mereka menghalangi jalan.
“Karena pada saat itu mobil yang diduga pelaku menghalangi jalan, korban mendatangi diduga pelaku untuk meminta identitas diduga pelaku tersebut. Pada saat saksi keluar mobil sudah melihat korban sudah bersimbah darah yang keluar dari perutnya yang ditusuk oleh salah satu laki-laki yang mengenakan kemeja kotak warna biru,” ujar Budi.
Usai penusukan, para pelaku disebut langsung meninggalkan lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami tiga luka tusuk, yakni dua tusukan di perut dan satu tusukan di punggung. “Saksi melihat ada luka tusuk di perut sebanyak 2 tusukan dan 1 luka tusukan di punggung,” tutur Budi. Korban sempat dibawa ke klinik terdekat untuk penanganan awal, namun karena lukanya dinilai serius, korban kemudian dirujuk untuk perawatan lanjutan. “Karena luka korban cukup serius sehingga korban dilarikan ke RS Siloam Internasional Lippo Karawaci Kelapa Dua,” lanjutnya.
Penanganan perkara kini dilakukan Satreskrim Polres Tangerang Selatan. “Untuk pelaku masih diselidiki oleh Polres Tangsel,” kata Budi. Terpisah, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyebut pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi dan memeriksa sejumlah saksi untuk mempercepat pengungkapan pelaku. “Beberapa saksi sudah diperiksa untuk melakukan penindakan dan penangkapan terhadap matel yang arogan,” ujarnya. Boy juga menegaskan kepolisian akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang membuat keresahan. “Kami akan menindak tegas sekelompok matel yang membuat gaduh di wilayah Polres Tangsel,” katanya.