TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Gelombang baru teknologi LiDAR kembali mencuri perhatian setelah sejumlah perusahaan global mengumumkan langkah strategis yang mempercepat adopsinya di berbagai sektor. Dalam beberapa pekan terakhir, industri mobilitas, robotika, hingga pemetaan geospasial mencatat perkembangan signifikan yang menegaskan posisi LiDAR sebagai fondasi utama sistem otonom modern.
Hesai Technology, pemimpin pasar LiDAR global, resmi menggandeng Grab untuk memperluas distribusi sensor LiDAR di Asia Tenggara. Kerja sama ini menandai langkah agresif dalam mempercepat penetrasi teknologi LiDAR di sektor manufaktur, logistik, hingga layanan robotika.
“Dengan memperluas akses ke teknologi lidar kelas dunia di Asia Tenggara, Grab melakukan lebih dari sekadar meningkatkan mobilitas otonom dan kemampuan pemetaan kami sendiri; kami menyediakan 'mata' penting yang memungkinkan robotika untuk 'melihat' dan menavigasi dengan aman,” ujar Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder Grab.
David Li, CEO Hesai, menegaskan bahwa permintaan LiDAR di kawasan ini meningkat pesat seiring percepatan adopsi otomasi berbasis AI.
“Lidar adalah teknologi inti yang memungkinkan robot untuk mencapai persepsi otonom dan operasi yang lebih aman,” katanya.
Di sisi lain, inovasi LiDAR juga merambah sektor konsumen. ECOVACS baru saja merilis GOAT Pro LiDAR Series—robot pemotong rumput dengan sistem navigasi HoloScope™ 360 berbasis dual-LiDAR yang mampu memetakan area secara 3D, menghindari ratusan objek, dan melakukan pemangkasan tepi secara otomatis tanpa intervensi manual. Teknologi ini menandai lompatan besar menuju otomasi penuh dalam perawatan rumah.
Sementara itu, di ranah geospasial, YellowScan dan Topcon memperkenalkan sistem LiDAR generasi terbaru yang dirancang untuk misi pemetaan presisi tinggi, mulai dari konservasi lingkungan hingga pemodelan 3D skala industri. Perkembangan ini mempertegas posisi LiDAR sebagai tulang punggung pemetaan modern yang menuntut akurasi ekstrem.
Tren global juga menunjukkan bahwa LiDAR semakin terintegrasi dengan edge computing, 5G, dan machine learning untuk meningkatkan sensor fusion pada kendaraan otonom. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data real-time dengan latensi rendah, memperkuat kemampuan navigasi dan keselamatan sistem ADAS generasi berikutnya.
Dengan meningkatnya permintaan di berbagai sektor—mulai dari mobilitas otonom, robotika industri, smart city, hingga pemetaan geospasial—LiDAR kini memasuki fase percepatan adopsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kombinasi inovasi perangkat keras, integrasi AI, dan ekspansi pasar menjadikan teknologi ini salah satu pilar utama transformasi digital global.