24 January 2026, 13:36

Keluarga Tolak Visum Jenazah Lula Lahfah, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan dan TKP Tak Mencurigakan

Keluarga selebgram Lula Lahfah menolak dilakukan visum terhadap jenazah Lula setelah ia ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
887
Keluarga Tolak Visum Jenazah Lula Lahfah, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan dan TKP Tak Mencurigakan
Keluarga selebgram Lula Lahfah menolak dilakukan visum terhadap jenazah selebgram tersebut. (Tangkapan layar instagram @lulalahfah)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Keluarga selebgram Lula Lahfah menolak dilakukan visum terhadap jenazah Lula setelah ia ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026) petang. Kepolisian menyatakan menghormati keputusan keluarga tersebut karena dari pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun hal mencurigakan di tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penolakan visum disampaikan langsung oleh pihak keluarga dan disertai surat pernyataan dari ayah korban. “Terus keluarga juga menolak visum dan langsung buat surat [pernyataan oleh] bapaknya,” ucap Iskandarsyah. “Iya, [keluarga] menolak untuk divisum. Menjaga privasi anaknya,” lanjutnya. 

Meski tidak dilakukan visum, polisi menyebut tetap mengumpulkan informasi tambahan dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait penanganan awal. “Kami masih proses mengumpulkan informasi tambahan dan berkoordinasi dengan rumah sakit yang melakukan penanganan,” ujar Iskandarsyah. Ia menambahkan, dari pemeriksaan visual awal, tidak terlihat adanya tanda kekerasan. “Enggak ada [tanda kekerasan pada tubuh korban]. Kalau dari secara visual enggak terlihat ada sih,” katanya.

Kronologi penemuan jenazah, menurut kepolisian, bermula ketika asisten rumah tangga (ART) Lula merasa khawatir karena tak mendapat respons saat mengetuk pintu kamar. Petugas keamanan kemudian membantu membuka pintu apartemen dan menemukan Lula dalam posisi terlentang di atas kasur. Polisi juga menyatakan keterangan saksi, termasuk sekuriti, tidak mengarah pada hal yang mencurigakan. “Kalau dari saksi sekuriti enggak ada yang mencurigakan, dari TKP juga enggak ada,” ujar Iskandarsyah. 

Keterangan waktu penemuan juga disampaikan aparat. Polda Metro Jaya menyebut Lula ditemukan meninggal sekitar pukul 18.44 WIB dan ditemukan sendirian oleh petugas keamanan. “Kondisi Lula saat ditemukan sudah meninggal dan kaku. Ditemukan sendirian oleh petugas keamanan,” kata Kombes Budi Hermanto seperti dikutip dalam laporan kepolisian. 

Polisi turut menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI di lokasi kejadian. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih memastikan tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” ujar Murodih.

ANTARA melaporkan, saksi sempat curiga karena pintu terkunci dan korban disebut baru berobat pada malam sebelumnya. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan dalam keadaan terlentang di kasur, lalu dibawa ke rumah sakit, namun saat tiba disebut sudah tidak bernapas. “Jenazah dibawa ke RS Fatmawati dan kasus ditangani Polsek Metro Kebayoran Baru,” kata Murodih. 

Kepolisian menegaskan penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur, sembari menghormati keputusan keluarga terkait visum, dengan catatan bila kemudian ditemukan petunjuk mencurigakan maka pendalaman dapat dilanjutkan. 

Berita Terkait