TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple mengumumkan pergantian kepemimpinan paling monumental dalam sejarah perusahaan sejak Steve Jobs mundur pada 2011 — kali ini giliran Tim Cook yang melepas kursi CEO kepada John Ternus, Senin (20/4/2026). Berdasarkan siaran pers resmi Apple Newsroom, Dewan Direksi Apple secara bulat menyetujui transisi ini, dengan Ternus — saat ini menjabat Senior Vice President of Hardware Engineering — akan resmi naik takhta sebagai Chief Executive Officer terhitung 1 September 2026. Cook sendiri tidak benar-benar pergi: ia beralih peran menjadi Executive Chairman, sementara Arthur Levinson yang selama 15 tahun menjabat Non-Executive Chairman turun menjadi Lead Independent Director.
Selama masa transisi musim panas ini, Cook masih akan menjalani tugasnya sebagai CEO sambil mendampingi Ternus secara intensif agar pergantian tampuk pimpinan berjalan mulus. Sebagai Executive Chairman, Cook dijadwalkan tetap terlibat aktif dalam berbagai urusan strategis perusahaan, termasuk menjalin komunikasi dengan pembuat kebijakan di seluruh dunia — sebuah peran yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Cook dalam menavigasi ketegangan geopolitik antara Apple, pemerintah AS, dan pasar-pasar besar global seperti China.
“Menjadi CEO Apple adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya. John Ternus memiliki pikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan karakter untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan. Ia adalah visioner yang kontribusinya bagi Apple selama 25 tahun sudah tidak terhitung jumlahnya, dan dialah tanpa keraguan orang yang tepat untuk membawa Apple ke masa depan,” kata Tim Cook dalam pernyataan resmi Apple Newsroom.
Ternus bukanlah nama asing di ekosistem Apple. Ia bergabung dengan tim desain produk Apple pada 2001, naik ke posisi Vice President of Hardware Engineering pada 2013, dan masuk ke jajaran eksekutif puncak sebagai SVP pada 2021 — lebih dari dua dekade menempa diri di bawah langsung Steve Jobs lalu Tim Cook. Jejak tangannya terasa di hampir setiap lini produk perusahaan: dari generasi-generasi iPad dan AirPods, deretan iPhone 17 termasuk iPhone Air yang tipis ekstrem, hingga MacBook Neo yang baru saja meluncur. Ternus juga menjadi motor di balik inovasi material seperti senyawa aluminium daur ulang dan titanium cetak 3D pada Apple Watch Ultra 3, yang kini menjadi sinyal kuat arah keberlanjutan Apple ke depan.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk meneruskan misi Apple. Saya beruntung bisa bekerja di bawah Steve Jobs dan memiliki Tim Cook sebagai mentor. Saya penuh optimisme tentang apa yang bisa kita capai, dan saya berjanji memimpin dengan nilai-nilai dan visi yang telah mendefinisikan tempat istimewa ini selama setengah abad,” ujar John Ternus dalam pernyataan yang dikutip Apple Newsroom.
Warisan yang diwariskan Cook kepada Ternus sungguh bukan beban ringan. Sejak memegang kendali pada 2011, Cook mengangkat kapitalisasi pasar Apple dari sekitar 350 miliar dolar AS (sekitar Rp5.740 triliun, kurs Rp16.400) menjadi menembus 4 triliun dolar AS (sekitar Rp65.600 triliun) — lonjakan lebih dari 1.000 persen. Pendapatan tahunan hampir berlipat empat, dari 108 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dolar AS (sekitar Rp6.822 triliun) di tahun fiskal 2025, sebagaimana dicatat Apple Newsroom. Basis pengguna aktif Apple kini melampaui 2,5 miliar perangkat di lebih dari 200 negara dan wilayah, sementara segmen layanan (Services) telah tumbuh menjadi bisnis bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS — setara perusahaan Fortune 40.
“Kepemimpinan Tim yang luar biasa telah mengubah Apple menjadi perusahaan terbaik di dunia. Kami percaya John adalah pemimpin terbaik yang mungkin ada untuk meneruskan Tim, dan kami tahu kecintaannya pada Apple, kepemimpinannya, pengetahuan teknis yang mendalam, dan fokusnya yang tak henti pada penciptaan produk hebat akan membawa Apple ke masa depan yang luar biasa,” kata Arthur Levinson, Chairman Apple, dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Apple Newsroom.
Bersamaan dengan pengumuman suksesi CEO, Apple Newsroom pada hari yang sama juga merilis kabar bahwa Johny Srouji — arsitek di balik kejayaan chip Apple Silicon sejak A4 pada 2008 — resmi diangkat sebagai Chief Hardware Officer, jabatan baru yang menggabungkan divisi Hardware Engineering yang sebelumnya dipimpin Ternus dengan divisi Hardware Technologies yang selama ini menjadi domain Srouji. Dengan formasi baru ini, Ternus akan naik ke pucuk korporasi sementara Srouji mengkonsolidasikan seluruh mesin inovasi perangkat keras Apple di bawah satu komando.
“Johny adalah salah satu orang paling berbakat yang pernah saya miliki kehormatan untuk bekerja dengannya. Ia memainkan peran singular dalam mendorong strategi silicon Apple, dan pengaruhnya dirasakan secara mendalam tidak hanya di dalam perusahaan, tetapi di seluruh industri,” ujar Tim Cook dalam siaran pers Apple Newsroom terkait penunjukan Srouji.
Transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah medan yang jauh lebih kompleks dibanding saat Cook pertama kali menerima estafet dari Jobs: perang dagang AS-China yang belum mereda, tekanan tarif terhadap rantai pasokan global, persaingan AI generatif yang kian brutal dari Google, Microsoft, dan sejumlah pemain Tiongkok, serta ekspektasi pasar yang menuntut Apple segera memperkuat posisinya di ranah kecerdasan buatan. Ternus, dengan latar belakang insinyur perangkat keras yang kuat dan rekam jejak produk yang konsisten, kini harus menjawab apakah ia juga mampu memimpin Apple melewati babak baru yang jauh lebih ditentukan oleh software, AI, dan layanan.