05 December 2025, 13:53

Jenazah Korban Banjir Sumatra Sulit Diidentifikasi, Polri Siapkan Tes DNA di Jakarta

Kepastian itu ia sampaikan usai meninjau langsung layanan DVI di RS Bhayangkara Padang, Sumatera Barat.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,560
Jenazah Korban Banjir Sumatra Sulit Diidentifikasi, Polri Siapkan Tes DNA di Jakarta
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat meninjau langsung pelayanan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di RS Bhayangkara Padang, Sumatera Barat (Sumbar). dokumentasi Polri.

JAKARTA, Perspektif.co.id – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memastikan proses identifikasi jenazah korban bencana longsor dan banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh akan dipercepat dengan dukungan penuh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Kepastian itu ia sampaikan usai meninjau langsung layanan DVI di RS Bhayangkara Padang, Sumatera Barat.

Identifikasi ini harus dilakukan sesegera mungkin karena kita kasihan kalau korban terlalu lama. Semakin ke depan kondisi jenazah akan semakin tidak baik. Jadi salah satu bentuk kecepatan kita dalam identifikasi DVI adalah dengan sidik jari,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (5/12/2025).

Dedi menjelaskan, metode paling cepat untuk mengenali identitas korban adalah pemeriksaan sidik jari dengan tingkat ketepatan hingga 99 persen. Setelah hasil sidik jari diperoleh, data antemortem dari keluarga akan dicocokkan dengan data post-mortem sebagai penguat akurasi identifikasi.

Namun, di banyak kasus bencana, kondisi jenazah kerap tidak lagi memungkinkan untuk diambil sidik jarinya. Dalam situasi seperti itu, pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir yang dianggap paling akurat. Untuk mempercepat proses, sampel akan dikirim ke laboratorium DNA Polri di Jakarta.

Langkah terakhir bagi jenazah yang kondisinya, mohon maaf, sudah tidak baik, adalah menggunakan tes DNA. Sampel DNA kami mintakan dari keluarga korban. Kita punya lab DNA yang cukup cepat di Jakarta. Dalam sekitar tiga hari, hasil tes DNA sudah bisa disampaikan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Dedi menegaskan, seluruh kekuatan DVI dari Jakarta telah dikerahkan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatra guna mempercepat proses identifikasi, baik terhadap korban meninggal maupun korban selamat yang membutuhkan bantuan medis. Koordinasi lintas lembaga juga terus dilakukan.

Tim dari Jakarta semuanya turun ke sini, bahu-membahu bersama pemerintah daerah, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana, TNI, dan sektor terkait lainnya. Ini bagian dari upaya kita untuk segera mengevakuasi korban, baik korban meninggal dunia maupun korban yang harus diselamatkan dan mendapat perawatan di rumah sakit,” tutur Dedi.

Di sela peninjauan, Dedi juga menyempatkan diri menemui perwakilan keluarga korban yang jenazahnya telah berhasil diidentifikasi. Ia menyerahkan dokumen identifikasi jenazah dan surat keterangan kematian secara langsung kepada keluarga yang menunggu di lokasi, seraya menyampaikan belasungkawa atas kehilangan yang mereka alami.

Saya mewakili Bapak Kapolri menyampaikan turut berduka cita ya, Pak. Bapak sekeluarga yang tabah, yang sabar ya, Pak,” ucap Dedi, yang kemudian dijawab singkat oleh perwakilan keluarga, “Iya, terima kasih, Pak.”

Dengan kombinasi metode sidik jari dan tes DNA, Polri berharap proses pemulihan identitas korban bencana dapat dilakukan secepat mungkin agar jenazah dapat segera dipulangkan dan dimakamkan secara layak oleh keluarga masing-masing.

Berita Terkait