10 December 2025, 14:07

Jakarta Siaga! 4.625 Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo di DPR dan Silang Monas Hari Ini

Sebanyak 4.625 personel gabungan dikerahkan guna memastikan jalannya demonstrasi tetap tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,126
Jakarta Siaga! 4.625 Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo di DPR dan Silang Monas Hari Ini
Sebanyak 4.625 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi di DPR/MPR dan Silang Monas. (Foto: REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)

JAKARTA,Perspektif.co.id – Aparat keamanan menyiapkan pengamanan ketat untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar di dua titik strategis Ibu Kota, yakni depan Gedung DPR/MPR dan kawasan Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/12). Sebanyak 4.625 personel gabungan dikerahkan guna memastikan jalannya demonstrasi tetap tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Ruslan Basuki menjelaskan, ribuan personel tersebut disebar ke dua lokasi utama aksi. “(Pengamanan) di Silang Selatan Monas/Gambir 2.921 personel, kemudian 1.704 personel pengamanan di DPR,” ujarnya kepada wartawan.

Berdasarkan data Polres Metro Jakarta Pusat, aksi di kawasan Silang Monas akan diikuti massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) bersama sejumlah elemen lainnya. Sementara itu, unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR melibatkan berbagai kelompok masyarakat dengan isu yang dibawa masing-masing.

Polisi menegaskan, pengamanan dilakukan dengan pola berlapis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Penempatan personel tidak hanya difokuskan di titik kumpul massa, tetapi juga di sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak mobilisasi peserta aksi.

Terkait rekayasa lalu lintas, Ruslan menyebut pengalihan arus kendaraan akan bersifat situasional mengikuti perkembangan di lapangan. Jika kepadatan massa mengganggu kelancaran arus kendaraan, polisi akan menutup atau mengalihkan beberapa ruas jalan di sekitar Monas dan kompleks parlemen.

“Rekayasa lalu lintas sifatnya situasional. Pengalihan arus akan dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan,” jelasnya. Dengan pola ini, kepolisian berharap aktivitas masyarakat yang tidak terkait aksi tetap dapat berjalan dengan gangguan seminimal mungkin.

Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan para peserta aksi untuk mematuhi aturan dan menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat di muka umum. Ruslan menekankan bahwa kebebasan berpendapat dijamin undang-undang, namun harus dijalankan dengan tidak melanggar hukum maupun mengganggu hak masyarakat lain.

“Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aksi penyampaian pendapat silakan dilakukan secara tertib,” kata Ruslan. Ia menambahkan, komunikasi antara koordinator lapangan dan petugas diharapkan berjalan baik agar dinamika di lokasi aksi bisa diatur dan dikendalikan.

Kehadiran ribuan personel gabungan ini mencerminkan keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di pusat pemerintahan dan kawasan ikon publik Jakarta. Di tengah meningkatnya eskalasi aksi unjuk rasa di berbagai daerah, langkah antisipatif semacam ini dinilai penting untuk mencegah insiden yang berpotensi merugikan masyarakat luas maupun merusak fasilitas umum.

Berita Terkait