13 March 2026, 06:03

Intel Core Ultra 200S Plus Resmi Diumumkan: 24 Core, Klaim Performa Gaming Tercepat Sepanjang Sejarah Intel

Intel Core Ultra 200S Plus resmi diumumkan: 24 core, boost 5,5 GHz, harga mulai Rp 3,2 juta. Klaim performa gaming desktop tercepat sepanjang sejarah Intel.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
1,407
Intel Core Ultra 200S Plus Resmi Diumumkan: 24 Core, Klaim Performa Gaming Tercepat Sepanjang Sejarah Intel
Intel Core Ultra 7 270K Plus dan Ultra 5 250K Plus, jajaran CPU desktop Arrow Lake Refresh dengan harga mulai Rp 3,2 juta dan klaim performa gaming terbaik sepanjang sejarah Intel.​​​​​​​​​​​​​​​​ (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Intel secara resmi memperkenalkan jajaran prosesor desktop terbarunya, Core Ultra 200S Plus series, pada Rabu (11/3/2026) — sebuah langkah yang oleh perusahaan sendiri, melalui siaran pers resmi di newsroom.intel.com, disebut sebagai titik balik dalam sejarah performa gaming desktop mereka. Dua chip unggulan hadir bersamaan: Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus, beserta varian KF yang menonaktifkan GPU terintegrasi, masing-masing menargetkan gamer PC kelas enthusiast dan kreator konten.

Keduanya dijadwalkan mulai tersedia di pasaran global pada 26 Maret 2026, dengan harga resmi Core Ultra 5 250K Plus dipatok USD 199 atau sekitar Rp 3,2 juta, sementara Core Ultra 7 270K Plus dibanderol USD 299 atau sekitar Rp 4,8 juta. Angka ini, sebagaimana dicatat oleh The Verge dan Tom’s Hardware, jauh lebih agresif dibandingkan generasi Arrow Lake sebelumnya, di mana Core Ultra 7 265K diluncurkan dengan harga USD 400.

“Dengan prosesor desktop Intel Core Ultra 200S Plus yang baru, Intel dengan bangga mengambil langkah pertama dalam era baru performa enthusiast,” ujar Robert Hallock, Vice President Intel, dalam pernyataan resmi yang dikutip langsung oleh Ars Technica dan AnandTech.

“Core Ultra 7 270K Plus dan Ultra 5 250K Plus adalah prosesor gaming desktop tercepat yang pernah Intel bangun. Mereka hampir menggandakan performa pembuatan konten dari kompetitor kami, dan hadir dengan teknologi-teknologi baru yang merevolusi ekosistem platform gaming Intel,” imbuhnya, sebagaimana turut dilaporkan oleh VentureBeat dan Engadget.

Secara teknis, laporan mendalam dari Ars Technica dan AnandTech mengonfirmasi bahwa Core Ultra 200S Plus merupakan penyegaran arsitektur Arrow Lake yang sudah ada, bukan desain baru dari awal. Core Ultra 7 270K Plus kini hadir dengan 24 inti (8 P-core dan 16 E-core) dan kecepatan boost hingga 5,5 GHz, sementara Core Ultra 5 250K Plus memiliki 18 inti (6 P-core dan 12 E-core) dengan boost clock 5,3 GHz. Dibanding pendahulunya, keduanya mendapatkan tambahan satu klaster E-core dan peningkatan frekuensi die-to-die (D2D) hingga 900 MHz — sebuah perbaikan langsung atas kelemahan mendasar Arrow Lake generasi pertama yang, menurut catatan HotHardware dan PCWorld, dikenal memiliki latensi tinggi akibat interkoneksi antar-tile yang lambat.

Intel mengklaim peningkatan performa gaming rata-rata sebesar 15 persen dibandingkan Core Ultra Series 2, berdasarkan pengujian geomean pada 38 judul game di resolusi 1080p yang dirilis lewat slide resmi intel.com. Performa multithreading diklaim melonjak hingga 103 persen dibandingkan CPU kompetitor di segmen yang sama. Namun PCWorld secara khusus menyoroti bahwa beberapa angka klaim tertinggi — termasuk lonjakan 39 persen di Shadow of the Tomb Raider dan 22 persen di Hitman 3 — diperoleh dengan mengaktifkan Intel Binary Optimization Tool (iBOT) pada judul-judul game yang sudah cukup usang.

iBOT sendiri menjadi fitur paling kontroversial sekaligus paling menarik perhatian dari seluruh paket Core Ultra 200S Plus. Tom’s Hardware dan Digital Foundry menjelaskan bahwa mekanisme ini bekerja sebagai lapisan optimasi translasi biner yang beroperasi di memori secara real-time, tanpa mengubah file game di storage. Melalui halaman resmi intel.com, Intel menjelaskan bahwa iBOT mendeteksi instruksi yang dioptimalkan untuk arsitektur prosesor lain — termasuk AMD dan ARM — kemudian menerjemahkannya secara dinamis agar lebih efisien dijalankan pada mikroarsitektur Intel. Perusahaan menegaskan tidak ada frame yang dilewati atau diinterpolasi dalam proses ini, berbeda dengan teknologi upscaling berbasis AI seperti DLSS atau FSR.

Dukungan memori turut menjadi sorotan. Sebagaimana dilaporkan TechRadar dan IT Home (IT之家), Core Ultra 200S Plus resmi mendukung DDR5 dengan kecepatan 7.200 MT/s, naik dari batas sebelumnya 6.400 MT/s, dan mempertahankan jaminan garansi untuk overclocking hingga DDR5-8.000 MT/s. Lebih jauh, Intel memperkenalkan dukungan awal untuk modul 4-Rank CUDIMM, teknologi memori baru yang memungkinkan kapasitas hingga 128 GB per keping DIMM — menawarkan densitas memori kelas workstation pada platform desktop mainstream.

Dari sisi kompatibilitas, chip-chip ini tetap menggunakan soket LGA 1851 dan mendukung seluruh motherboard Intel 800-series yang ada di pasaran saat ini, termasuk Z890, hanya dengan pembaruan BIOS — detail yang dikonfirmasi langsung oleh Intel melalui halaman spesifikasi resmi ark.intel.com dan diteruskan oleh 9to5Google serta GSMArena dalam liputan peluncuran mereka.

Meski klaim performa Intel terdengar ambisius, komunitas PC enthusiast di Reddit (r/hardware dan r/intel) menyambut pengumuman ini dengan skeptisisme yang wajar, mengingatkan bahwa Arrow Lake generasi pertama yang meluncur pada akhir 2024 gagal memenuhi janji-janji besarnya — memaksa Intel mengeluarkan tambalan firmware selama berbulan-bulan sepanjang 2025, sebagaimana didokumentasikan secara rinci oleh Ars Technica dalam laporan investigatif mereka. Kali ini, dengan harga yang dipangkas signifikan dan perbaikan arsitektur yang lebih terukur, Intel tampak mengambil pendekatan berbeda: membuktikan diri melalui nilai (value), bukan sekadar megafon spesifikasi.

Review independen dari Tom’s Hardware, PCWorld, HotHardware, dan media teknologi lainnya dijadwalkan hadir bersamaan dengan tanggal ketersediaan chip pada 26 Maret 2026.

Berita Terkait