BANDUNG, Perspektif.co.id — Catatan kekayaan keluarga besar Kang Dedi Mulyadi mencapai puluhan miliar rupiah. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, “total harta kekayaan Kang Dedi tercatat sekitar Rp22,9 miliar,” disertai koleksi kendaraan bernilai miliaran rupiah. Di garasinya terparkir LEXUS LX 600, unit LEXUS berjenis micro/minibus, MERCEDES-BENZ S 450 L 4MATIC (V223) AT (CKD) sedan, hingga TRIUMPH Scrambler 1200 XE yang nilainya mencapai ratusan juta.
Nama besannya, Karyoto—mantan Kapolda Metro Jaya juga tak kalah. Kekayaannya disebut sekitar Rp12 miliar dengan jajaran kendaraan mewah AUDI A8 L tahun 2023 dan Toyota Alphard. Nominal tersebut menempatkan Karyoto dalam kelompok pemilik aset di atas Rp10 miliar dengan portofolio kendaraan premium.
Sementara mantan istri KDM, Anne Ratna Mustika, juga tercatat memiliki harta sekitar Rp10,6 miliar. Koleksinya meliputi Range Rover Vogue 3.0 AT, TRIUMPH Scrambler 1200 XE, serta Vespa Sei Giorni Limited Edition—model yang kabarnya juga dimiliki Kang Dedi, sehingga sempat disebut sebagai “kendaraan couple” saat keduanya masih berumah tangga.
Dari generasi penerus, Luthfianisa Putri Karlina—kini Wakil Bupati Garut—tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp6,4 miliar. Sementara sang suami, Maula Akbar Mulyadi yang menjabat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, memiliki kekayaan sekitar Rp2,7 miliar.
Rincian tersebut menggambarkan peta aset lintas anggota keluarga, mulai dari kepemilikan properti hingga kendaraan kelas atas. Publik menyorot bukan hanya besaran nilainya, melainkan juga ragam kendaraan yang menunjukkan preferensi pada segmen SUV dan sedan premium serta motor hobi berkapasitas besar.
Perjalanan Politik Dedi Mulyadi
1) Meniti dari Legislatif Daerah
Dedi Mulyadi memulai kiprahnya di panggung politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta. Kemampuan berkomunikasi dan merangkul warga membuatnya cepat mengumpulkan basis dukungan.
2) Dari Wakil Bupati ke Dua Periode Bupati
Tahap krusial dalam kariernya berlangsung saat menjabat:
- Wakil Bupati Purwakarta (2003–2008)
- Bupati Purwakarta (2008–2018)
Selama satu dekade memimpin, ia mengusung kebijakan yang menonjol, antara lain:
- kebangkitan seni-budaya Sunda,
- penguatan destinasi wisata berbasis kearifan lokal,
- penataan taman kota dan ruang terbuka publik,
- serta program perlindungan sosial bagi warga berpenghasilan rendah.
Transformasi tersebut membuat Purwakarta dikenal memiliki karakter budaya yang kuat.
3) Maju di Pilgub Jabar
Dedi sempat bertarung dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Meski belum berhasil menang, pencalonan itu mengerek popularitasnya hingga tingkat nasional.
4) Berkarya di Senayan
Sebagai anggota DPR RI, ia kerap bersuara keras pada isu-isu:
- lingkungan hidup,
- penegakan hukum,
- problem sosial pedesaan,
- dan kemiskinan yang bersifat struktural.
- Aktivisme Sosial & Jejak Digital
Usai tidak lagi menjabat bupati, Dedi aktif di YouTube, Facebook, dan TikTok untuk mendokumentasikan kegiatannya membantu masyarakat kecil. Kontennya antara lain:
- pendampingan warga miskin,
- mediasi konflik sosial,
- edukasi seputar hukum dan tata kelola pemerintahan,
- serta kampanye pelestarian budaya Sunda.
Gaya tutur yang lugas namun empatik membuatnya diterima luas lintas daerah dan latar sosial.