11 December 2025, 16:31

Ilmuwan Temukan ‘Jalan Tol’ 16 Ribu Jejak Kaki Dinosaurus di Bolivia

Rangkaian tapak purba ini menunjukkan jalur lalu lintas padat yang dilintasi kawanan Theropoda, dinosaurus predator bercakar tiga yang berjalan dengan dua kaki.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,648
Ilmuwan Temukan ‘Jalan Tol’ 16 Ribu Jejak Kaki Dinosaurus di Bolivia
Studi terbaru menemukan 16.600 jejak kaki dinosaurus theropod di Bolivia, memberikan wawasan langka tentang pergerakan mereka di habitat Cretaceous. (Foto: Jeremy McLarty/Southwestern Adventist University)

Perspektif.co.id - Studi terbaru mengungkap temuan spektakuler lebih dari 16 ribu jejak kaki dinosaurus di Bolivia. Rangkaian tapak purba ini menunjukkan jalur lalu lintas padat yang dilintasi kawanan Theropoda, dinosaurus predator bercakar tiga yang berjalan dengan dua kaki.

Para paleontolog untuk pertama kalinya memetakan dan mendeskripsikan detail jejak tersebut, memberikan gambaran langka tentang bagaimana dinosaurus bergerak dan beraktivitas di habitat alaminya jutaan tahun silam.

Setelah dilakukan penghitungan dan survei lapangan, tim ilmuwan mendata sedikitnya 16.600 jejak theropoda di situs Carreras Pampas yang berada di kawasan Taman Nasional Torotoro, Bolivia. Angka ini disebut melampaui jumlah jejak yang terdokumentasi di banyak lokasi lain di dunia.

Di lokasi itu, para theropoda memijakkan kaki di atas lumpur lembut dan cukup dalam antara 101 juta hingga 66 juta tahun lalu, pada penghujung periode Kapur (Cretaceous). Jejak tersebut kemudian membatu dan terawetkan hingga kini.

Penelitian ini merupakan survei ilmiah pertama yang benar-benar memetakan area penuh jejak tersebut, yang luasnya sekitar 7.485 meter persegi. Sejumlah tapak ditemukan berdiri sendiri, namun banyak pula yang membentuk rangkaian jejak berurutan yang menunjukkan lintasan hewan yang sama, seperti dipaparkan tim dalam publikasi di jurnal PLOS One pada Rabu (3/12).

“Hampir di setiap bidang batuan yang Anda lihat di sana, kita menemukan tapak dinosaurus,” ujar Jeremy McLarty, salah satu penulis studi yang juga dosen biologi dan Direktur Museum dan Pusat Riset Ilmu Dinosaurus di Southern Adventist University, Texas, dikutip CNN.

McLarty menjelaskan, sebagian besar jejak kaki itu tampak mengarah ke utara–barat laut dan tenggara, menggambarkan pola pergerakan yang berulang di jalur yang sama.

Para peneliti memperkirakan jejak-jejak tersebut terbentuk dalam rentang waktu yang relatif singkat, sehingga wilayah itu kemungkinan menjadi koridor utama bagi theropoda. Jalur ini diduga merupakan bagian dari “jalan raya dinosaurus” yang memanjang melintasi Argentina, Bolivia, hingga Peru.

Bentuk tapak dan jarak antar-jejak membantu ilmuwan merekonstruksi cara berjalan para dinosaurus. Dari analisis pola langkah, sebagian hewan tampak melangkah santai, sementara yang lain berlari cepat menyusuri tepian pantai berlumpur. Lebih dari 1.300 jejak bahkan menyimpan indikasi bahwa hewan-hewan itu sempat berenang di perairan dangkal.

Beberapa tapak theropoda juga memperlihatkan bekas seretan ekor. Variasi panjang dan lebar jejak menunjukkan perbedaan ukuran tubuh yang cukup ekstrem di antara individu. Tinggi pinggul hewan yang terekam dalam tapak tersebut diperkirakan mulai sekitar 65 sentimeter hingga lebih dari 125 sentimeter.

Selain jejak dinosaurus pemangsa, ratusan tapak tambahan di lokasi yang sama diidentifikasi sebagai jejak burung purba yang hidup berdampingan di kawasan pantai tersebut.

Carreras Pampas sebenarnya sudah dikenal sejak 1980-an sebagai situs jejak dinosaurus. Namun, baru lewat riset McLarty dan timnya cakupan dan jumlah tapak yang sangat besar itu didokumentasikan secara rinci dan sistematis.

Penelitian ini juga membuka serangkaian pertanyaan baru mengenai potret kehidupan akhir periode Kapur di Amerika Selatan yang terawetkan di sana, terutama mengapa hampir semua jejak di area itu berasal dari theropoda dan apa yang memicu konsentrasi tapak predator dalam jumlah besar di satu kawasan.

Pada banyak situs paleontologi lain di dunia, yang dominan justru jejak ganda sauropoda, dinosaurus herbivor raksasa berleher panjang. Sauropoda diketahui sering melakukan perjalanan dalam kelompok besar, mirip perilaku kawanan satwa pemakan tumbuhan berukuran besar di era modern.

Sebaliknya, theropoda adalah dinosaurus pemangsa yang umumnya tidak diasosiasikan dengan pergerakan massal dalam jumlah besar. Karena itu, dominasi jejak theropoda di Carreras Pampas menantang asumsi lama dan memunculkan hipotesis baru tentang dinamika ekologi kawasan tersebut di masa lalu.

Bolivia sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu “surga” jejak dinosaurus, dengan banyak situs tapak yang berasal dari periode Trias, Jura, dan Kapur.

Sebelum pemetaan Carreras Pampas, rekor jumlah jejak dinosaurus terbanyak di dunia juga dipegang Bolivia, yakni situs Cal Orck'o di Sucre yang berumur sekitar 68 juta tahun dan diperkirakan menyimpan sekitar 14.000 tapak. Temuan baru di Carreras Pampas kini tidak hanya melampaui jumlah tersebut, tetapi juga memperkaya gambaran tentang betapa ramai dan kompleksnya lanskap yang dulu dilalui para dinosaurus sebelum punah sekitar 66 juta tahun lalu.

Berita Terkait