TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Hewlett Packard Enterprise (HPE) mempercepat ambisi besarnya di pasar AI dengan merilis rangkaian solusi networking dan compute generasi terbaru yang dirancang untuk membangun infrastruktur AI berlatensi rendah dari pusat data hingga edge. Peluncuran ini dilakukan menjelang Mobile World Congress 2026 dan menandai integrasi paling signifikan antara teknologi HPE dan Juniper Networks, yang kini menjadi fondasi strategi AI-native perusahaan.
HPE menegaskan bahwa lonjakan trafik data dan kompleksitas operasi AI menuntut arsitektur jaringan yang mampu mempertahankan performa stabil dalam skala besar. “Infrastruktur AI adalah pendorong pertumbuhan penting bagi penyedia layanan," kata Rami Rahim, EVP dan Presiden HPE Networking. "HPE berkomitmen untuk membantu pelanggan ini memimpin di era AI dengan membangun jaringan cerdas generasi berikutnya yang dapat mendukung operasi kompleks, meningkatkan lalu lintas data, dan kemampuan transformatif AI.”
Solusi baru ini mencakup router modular Juniper PTX12000 yang menawarkan port 800G ultra-dense dan kapasitas hingga 518,4 Tbps, memungkinkan operator mengalirkan trafik AI dan cloud tanpa perlu mendesain ulang infrastruktur secara berulang. Selain itu, lini router fixed-form PTX10002 menghadirkan throughput hingga 28,8 Tbps dalam form factor 2RU, ditujukan untuk fabric jaringan AI yang membutuhkan efisiensi ruang dan daya.
HPE juga memperkenalkan ProLiant Compute EL9000 dan server EL140 Gen12 berbasis Intel Xeon 6, yang diklaim mampu menangani dua kali lipat trafik jaringan dalam satu server. Dengan 72 core CPU dan 24 port jaringan dalam form factor 2U, perangkat ini dirancang untuk mempercepat implementasi 5G dan AI sekaligus menurunkan total biaya operasional.
Rahim menambahkan dalam pernyataan terpisah: “Lebih dari sebelumnya, HPE berkomitmen untuk membantu pelanggan penyedia layanan memimpin di era AI dengan membangun jaringan generasi berikutnya yang cerdas.”
Integrasi penuh dengan Juniper Networks memungkinkan HPE menghadirkan jaringan AI-native yang mampu menyelesaikan masalah secara proaktif, mengoptimalkan routing WAN, dan mengotomatisasi operasi pasca-deployment melalui Routing Director yang kini mendukung agentic AI. Pendekatan ini menempatkan HPE sebagai penyedia full-stack yang menyatukan hardware, cloud ops, dan layanan terkelola dalam satu paket untuk enterprise dan operator.
Dengan semakin banyak perusahaan beralih ke AI generatif dan beban kerja komputasi intensif, langkah agresif HPE ini mempertegas persaingan di pasar infrastruktur AI global. Harga perangkat belum diumumkan, namun diperkirakan berada di kelas enterprise premium yang jika dikonversi dapat mencapai miliaran rupiah per unit, mengikuti standar harga router dan server kelas carrier-grade.