11 May 2026, 13:33

Heboh 11 Bayi Ditemukan di Rumah Bidan di Sleman, Polisi Turun Tangan dan Evakuasi ke RS

Warga Sleman digegerkan dengan penemuan 11 bayi di sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Kecamatan Pakem.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
884
Heboh 11 Bayi Ditemukan di Rumah Bidan di Sleman, Polisi Turun Tangan dan Evakuasi ke RS
Foto: Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Warga Sleman digegerkan dengan penemuan 11 bayi di sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Kecamatan Pakem. Belasan bayi tersebut kemudian dievakuasi aparat kepolisian bersama dinas terkait setelah muncul dugaan kejanggalan dalam pengasuhan mereka.

Pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat mengenai keberadaan banyak bayi di satu rumah yang dijaga tiga orang. Polisi kemudian melakukan pengecekan dan menemukan fakta mengejutkan.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan petugas merasa curiga dengan kondisi tersebut karena seluruh bayi berada dalam satu tempat dengan pengawasan terbatas.

“Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang,” ujar Wiwit kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Petugas bersama instansi terkait akhirnya melakukan evakuasi terhadap seluruh bayi pada Jumat (8/5) sore. Dari total 11 bayi yang ditemukan, tiga di antaranya harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

“Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Polisi menyebut sebagian bayi tersebut lahir di wilayah Banyuraden, Kecamatan Gamping, dengan bantuan seorang bidan berinisial ORP. Awalnya, ada seorang ibu yang melahirkan melalui bantuan bidan tersebut lalu menitipkan bayinya.

Namun dalam perkembangannya, jumlah bayi yang dititipkan terus bertambah hingga akhirnya mencapai 11 orang dan menimbulkan pertanyaan dari warga sekitar.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan latar belakang penitipan bayi serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam praktik tersebut.

Petugas juga masih mendalami identitas para orang tua bayi dan peran bidan ORP dalam proses persalinan maupun penitipan bayi tersebut.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengambil alih penanganan enam bayi yang belum diketahui secara jelas keberadaan keluarganya. Pemeriksaan kesehatan dan pendataan identitas terus dilakukan demi memastikan kondisi seluruh bayi tetap aman.

Berita Terkait