TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan rangkaian langkah pengendalian harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemkot Tangsel akan menggelar Bazar Ramadan secara serentak di tujuh kecamatan pada 5 Maret 2026, di tengah indikasi kenaikan sejumlah komoditas, termasuk cabai rawit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Tangsel Bachtiar Priyambodo mengatakan operasi pasar dan bazar menjadi instrumen utama pemerintah daerah untuk menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok ketika konsumsi masyarakat biasanya meningkat saat bulan puasa.
“Tujuan operasi pasar adalah pengendalian harga. Apalagi dalam suasana Ramadan ini biasanya ada kenaikan konsumsi masyarakat,” ujar Bachtiar, Kamis (26/2) saat dihubungi.
Bachtiar mengungkapkan, pihaknya mencatat adanya kenaikan harga cabai rawit. Untuk merespons situasi tersebut, Disperindag Tangsel telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan, guna memperkuat pelaksanaan operasi pasar sebagai langkah stabilisasi.
“Ada kenaikan harga di cabai rawit, tapi kita sudah koordinasikan dengan OPD terkait seperti DKP3 Kota Tangerang Selatan untuk melakukan operasi pasar,” katanya.
Ia menduga faktor cuaca turut memengaruhi rantai pasok, terutama dari daerah asal. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menyebabkan distribusi tidak seoptimal biasanya sehingga harga bergerak naik di tingkat pasar.
“Mungkin karena ada faktor cuaca juga, akibatnya pasokan dari daerah asal agak terkendala,” ucap Bachtiar.
Bachtiar menjelaskan, operasi pasar sudah dilaksanakan sebelumnya di Pasar Ceger dan akan diperluas ke titik lain dengan mempertimbangkan perkembangan lapangan. Pemerintah akan memantau dinamika harga serta ketersediaan pasokan, lalu menentukan lokasi operasi pasar berikutnya sesuai situasi dan kebutuhan.
“Operasi pasar yang sudah dilakukan kemarin di Pasar Ceger dan nanti akan dilakukan ke titik lain melihat situasi dan kondisi,” ujarnya.
Selain operasi pasar, Pemkot Tangsel juga menyiapkan bazar Ramadan yang rutin digelar setiap tahun, namun kali ini dilaksanakan serentak di tujuh kecamatan. Pelaksanaan bazar dijadwalkan pada 5 Maret 2026 dengan melibatkan mitra usaha serta perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangsel.
“Tiap tahun kita melakukan bazar Ramadan di tujuh kecamatan. Rencana tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 5 Maret serentak di tujuh kecamatan melibatkan mitra-mitra dan perangkat daerah di Tangsel,” kata Bachtiar.
Menurutnya, pola kenaikan harga umumnya terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan kombinasi strategi mulai dari pengawasan lapangan, operasi pasar, hingga bazar sebagai instrumen pengendalian harga.
“Betul, karena menjelang hari-hari besar pasti terjadi kenaikan harga bahan pokok dan komoditas. Ini kita antisipasi dengan pengawasan di lapangan dan operasi pasar serta bazar untuk pengendalian harga,” ujarnya.
Pemkot Tangsel menegaskan bazar tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari strategi menjaga keterjangkauan harga bagi warga di tengah lonjakan permintaan. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan pokok dapat diakses dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Bazar ini adalah langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan,” ujar Bachtiar dalam keterangan yang disampaikan Disperindag.
Ia menambahkan, sinergi pemerintah daerah dengan pelaku usaha diperlukan agar distribusi berjalan lancar, pasokan terjaga, dan masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang berlebihan. Langkah ini diharapkan ikut menjaga situasi Ramadan tetap kondusif dari sisi ekonomi rumah tangga.
“Kolaborasi ini penting agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak terbebani kenaikan harga. Kami berupaya menghadirkan suasana Ramadan yang lebih tenang dan kondusif dari sisi ketersediaan bahan pokok,” pungkasnya.