04 February 2026, 17:03

Gubernur NTT Ungkap Biang Kerok Bansos Tak Masuk ke Keluarga Siswa Ngada: Tersendat Adminduk

Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan alasan sebuah keluarga di Kabupaten Ngada tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
1,056
Gubernur NTT Ungkap Biang Kerok Bansos Tak Masuk ke Keluarga Siswa Ngada: Tersendat Adminduk
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wagub NTT, Jhoni Asadoma (Simon Selly/detikBali)

Perspektif.co.id - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan alasan sebuah keluarga di Kabupaten Ngada tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Menurut dia, hambatan utamanya berada pada persoalan administrasi kependudukan (adminduk) setelah keluarga tersebut berpindah domisili lintas kabupaten, sehingga pembaruan data tidak segera dilakukan. 

Pernyataan itu disampaikan Laka Lena saat merespons kabar duka terkait seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Ngada. Ia menyebut perpindahan domisili keluarga dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada tidak diikuti pembaruan data kependudukan, yang kemudian berdampak pada akses keluarga terhadap bansos.

“Saya tahu kejadian ini juga kependudukan mereka tidak ditopang karena mereka pindah dari Nagekeo ke … Ngada. Ternyata adminduk belum diamankan,” kata Laka Lena, Rabu, 4 Februari 2026. 

Gubernur mengatakan persoalan adminduk tersebut telah ditangani setelah ia menerima informasi tentang peristiwa itu. Ia menekankan masalah administrasi seharusnya tidak berlarut dan mesti bisa dibereskan cepat agar tidak terus menimbulkan dampak sosial bagi warga. 

“Ini cuma soal kertas selembar segera diberesin… sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya. 

Laka Lena menegaskan kendala adminduk itu berimbas langsung pada tidak cairnya bansos bagi keluarga yang bersangkutan. Setelah persoalan administrasi ditangani, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan untuk membantu keluarga melewati masa sulit. 

“Intinya kita dan pemerintah Ngada bantu dan dukungan keluarga … melewati situasi ini dengan baik,” kata Laka Lena. 

Penjelasan Gubernur tersebut sekaligus menyoroti pentingnya pembaruan data kependudukan ketika warga berpindah domisili. Dalam konteks program bantuan pemerintah, akurasi adminduk menjadi salah satu penentu agar data penerima manfaat tetap sinkron dan hak warga tidak terhambat di tingkat layanan. 

Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami krisis psikologis, Kementerian Kesehatan menyediakan layanan dukungan awal Healing119 yang bisa diakses melalui 119 ekstensi 8 dan kanal daring Healing119.id.

Berita Terkait