08 March 2026, 04:46

GPT-5.4 Pro Resmi Melibas Semua Pesaing di Benchmark Global, Tapi Harganya Bikin Kantong Jebol

GPT-5.4 Pro dari OpenAI memimpin benchmark global dengan skor OSWorld 75%, tapi harganya Rp2,9 juta/juta token bikin developer geleng kepala.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
530
GPT-5.4 Pro Resmi Melibas Semua Pesaing di Benchmark Global, Tapi Harganya Bikin Kantong Jebol
Ilustrasi menggambarkan Infografis GPT-5.4 Pro OpenAI 2026: perbandingan benchmark OSWorld 75%, FrontierMath 38%, GDPval 83% vs Claude dan GPT-5.2, harga Rp2,9 juta per juta token. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI secara resmi meluncurkan GPT-5.4 pada Kamis, 5 Maret 2026, memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru yang diklaim sebagai yang paling kapabel dan efisien untuk kebutuhan kerja profesional hingga saat ini. Model flagship tersebut hadir dalam tiga varian sekaligus — GPT-5.4 standar, GPT-5.4 Thinking untuk penalaran mendalam, dan GPT-5.4 Pro yang dioptimalkan untuk performa tertinggi — dengan peningkatan performa signifikan di hampir seluruh lini benchmark industri.

Dalam pengujian OSWorld-Verified, yang mengukur kemampuan model menavigasi lingkungan desktop melalui tangkapan layar serta perintah keyboard dan mouse, GPT-5.4 berhasil meraih tingkat keberhasilan 75,0% — jauh melampaui pendahulunya GPT-5.2 yang hanya mencapai 47,3%, sekaligus melewati performa manusia yang berada di angka 72,4%.  Capaian ini menjadikan GPT-5.4 sebagai model AI tujuan umum pertama yang secara resmi melampaui kemampuan manusia dalam navigasi komputer.

Di sisi matematika tingkat lanjut, GPT-5.4 Pro mencatatkan skor 38% pada FrontierMath untuk soal-soal paling sulit, mengungguli varian Thinking yang hanya meraih 27,1%. Sementara itu, pada benchmark GDPval yang menguji 44 jenis pekerjaan berbasis pengetahuan di sektor profesional, GPT-5.4 menorehkan skor 83% — melampaui Claude Opus 4.6 milik Anthropic yang berada di posisi 79,5%.

CEO Mercor Brendan Foody menyatakan dalam keterangan resminya kepada TechCrunch: “GPT-5.4 unggul dalam menghasilkan deliverable jangka panjang seperti deck presentasi, model keuangan, dan analisis hukum, serta menunjukkan performa terbaik sembari berjalan lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah dibanding model frontier kompetitif lainnya.”

Dari sisi keandalan, OpenAI mengklaim model baru ini 33% lebih jarang membuat kesalahan pada klaim individual dibanding GPT-5.2, sementara respons secara keseluruhan 18% lebih minim mengandung kesalahan faktual.  Peningkatan ini datang bersamaan dengan fitur Tool Search yang memungkinkan agen AI bekerja dengan ekosistem alat jauh lebih besar tanpa harus memuat seluruh definisi alat ke dalam konteks sekaligus — sebuah efisiensi krusial untuk pipeline agentic yang kompleks.

Namun lonjakan kemampuan tersebut datang dengan harga yang tak murah. GPT-5.4 Pro dibanderol $30 per juta token input dan $180 per juta token output — naik dari $21/$168 pada GPT-5.2 Pro — menjadikannya model termahal yang pernah ditawarkan OpenAI.  Dalam kurs rupiah saat ini, biaya tersebut setara dengan sekitar Rp 489.000 per juta token input dan Rp 2.934.000 per juta token output — angka yang diprediksi akan menuai perdebatan serius di kalangan pengembang dan perusahaan startup Asia yang mengandalkan API OpenAI sebagai tulang punggung produk mereka.

Sebagai kompensasi atas lonjakan harga itu, OpenAI juga memperluas jendela konteks versi API hingga 1 juta token — yang diklaim sebagai konteks terbesar yang pernah tersedia dari perusahaan tersebut — sembari menegaskan bahwa GPT-5.4 mampu menyelesaikan masalah yang sama dengan jumlah token jauh lebih sedikit ketimbang pendahulunya, sehingga secara total biaya komputasi bisa lebih efisien.

Untuk aksesibilitas, GPT-5.4 Thinking mulai tersedia hari ini bagi pengguna ChatGPT Plus, Team, dan Pro, menggantikan GPT-5.2 Thinking yang akan tetap tersedia selama tiga bulan sebelum dipensiunkan pada 5 Juni 2026. Adapun GPT-5.4 Pro hanya bisa diakses oleh pengguna berlangganan Pro dan Enterprise.

Berita Terkait