TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Google secara resmi memperkenalkan Gemini Intelligence pada ajang The Android Show: I/O Edition yang digelar secara virtual pada Selasa, 13 Mei 2026 — sebuah langkah yang tak hanya memperkuat ekosistem Android, tetapi juga secara tidak langsung membuka gambaran seberapa canggih Siri versi baru Apple yang bakal diumumkan di WWDC pada 8 Juni mendatang. Mindy Brooks, VP Product Management Google, menyatakan bahwa Android kini tengah bertransisi dari sebuah sistem operasi menjadi sebuah sistem kecerdasan, di mana perangkat pengguna akan semakin proaktif membantu aktivitas sehari-hari.
Inti dari seluruh pengumuman tersebut adalah Rambler, fitur dikte suara berbasis AI yang ditanamkan langsung ke dalam Gboard. Ditenagai model multibahasa Gemini, Rambler mampu menghapus kata pengisi, menangani koreksi di tengah kalimat, hingga mendukung code-switching — memungkinkan pengguna beralih antar bahasa secara mulus dalam satu pesan. Ben Greenwood, Direktur Android Core Experiences Google, menyebut kemampuan ini setara dengan menemukan kembali cara keyboard bekerja, sebagaimana dilaporkan The AI Insider.
Di luar Rambler, Gemini juga mendapatkan kemampuan agentik yang lebih luas — menyelesaikan tugas bertahap lintas aplikasi, menjelajahi web secara otomatis, mengisi formulir melalui fitur Personal Intelligence yang bersifat opt-in, hingga merangkum halaman web lewat Gemini in Chrome yang akan hadir di Android mulai akhir Juni. Fitur-fitur ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran Googlebook, kategori laptop baru Google yang dirancang dari nol bersama mitra seperti Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo, dijadwalkan tersedia mulai musim gugur 2026.
Gelombang pertama fitur Gemini Intelligence akan mulai bergulir ke perangkat Samsung Galaxy dan Google Pixel terbaru pada musim panas ini, sebelum kemudian diperluas ke jam tangan, mobil, kacamata, dan laptop pada akhir tahun.
Sementara Google memamerkan kemampuan AI-nya di sisi Android, momen tersebut justru semakin memperjelas seberapa besar taruhan Apple di WWDC Juni nanti. Apple dan Google secara resmi mengumumkan kemitraan multi-tahun pada 12 Januari 2026, di mana Apple melisensikan model Gemini untuk mendukung Siri yang sepenuhnya dibangun ulang serta fitur-fitur Apple Intelligence generasi berikutnya — dengan nilai kesepakatan diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,3 triliun) per tahun, berdasarkan laporan Bloomberg.
“Kami berkolaborasi dengan Apple sebagai penyedia cloud pilihan mereka untuk mengembangkan generasi berikutnya dari Apple Foundation Models berbasis teknologi Gemini,” kata Thomas Kurian, CEO Google Cloud, mengonfirmasi kemitraan tersebut. “Model-model ini akan mendukung fitur Apple Intelligence di masa depan, termasuk Siri yang lebih personal yang akan hadir akhir tahun ini.”
Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip tbreak, iOS 27 akan menghadirkan sejumlah perubahan antarmuka fundamental pada cara pengguna berinteraksi dengan Siri — termasuk animasi berbentuk pil di Dynamic Island, kartu hasil transparan yang dapat digeser ke mode percakapan mirip iMessage, hingga kemampuan Siri menarik informasi dari web dengan respons mendetail layaknya chatbot modern.
Siri versi baru dalam iOS 27 yang akan diungkap di WWDC 8 Juni itu diproyeksikan hadir sebagai chatbot penuh dengan kemampuan penelusuran web, pembuatan gambar, peringkasan konten, bantuan pengkodean, analisis file, dan eksekusi perintah bertahap — sekaligus menandai berakhirnya penundaan panjang sejak 2025.