15 February 2026, 19:39

Elon Musk Bawa Starlink ke Vietnam, Lalu Rencanakan Kota Mandiri di Bulan dalam Waktu Rekor!

Elon Musk resmi bawa Starlink ke Vietnam dengan lisensi penuh, sambil rencanakan kota mandiri di Bulan untuk AI raksasa. Update terbaru dari SpaceX & xAI!

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
627
Elon Musk Bawa Starlink ke Vietnam, Lalu Rencanakan Kota Mandiri di Bulan dalam Waktu Rekor!
Ilustrasi split Elon Musk menghubungkan Starlink resmi masuk Vietnam dengan visi membangun kota mandiri di Bulan untuk AI raksasa 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Elon Musk kembali menggemparkan dunia teknologi dengan dua langkah besar yang saling terkait dalam waktu kurang dari 48 jam. Pada 14 Februari 2026, pemerintah Vietnam secara resmi memberikan lisensi operasi penuh kepada Starlink milik SpaceX, memungkinkan layanan internet satelit fixed dan mobile untuk hingga 600.000 perangkat pengguna di tahap awal. Tak sampai sehari kemudian, Musk mengumumkan pergeseran prioritas strategis SpaceX yang kini menyatu dengan xAI, yaitu membangun kota mandiri di Bulan sebagai batu loncatan menuju peradaban multiplanet yang didukung kecerdasan buatan skala raksasa.

Keputusan Vietnam ini datang setelah uji coba pilot selama hampir setahun, di mana Starlink Services Vietnam Co. Ltd mendapat izin membangun empat stasiun gateway dan menggunakan spektrum frekuensi radio tanpa mengganggu jaringan existing. Langkah ini tidak hanya memperluas akses internet ke wilayah terpencil di negara Asia Tenggara tersebut, tapi juga menjadi pintu masuk bagi ambisi Musk yang jauh lebih besar di luar Bumi.

Starlink kini resmi menjadi penyedia layanan internet satelit pertama asing yang beroperasi komersial di Vietnam, dengan periode uji coba hingga 2030.

“Vietnam telah memberikan lisensi telekomunikasi untuk jaringan satelit tetap dan mobile kepada Starlink Services Vietnam, sekaligus persetujuan penggunaan frekuensi radio dan peralatan,” kata otoritas Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam dalam pengumuman resmi pada Sabtu lalu.

Sementara itu, di sisi lain, Musk sedang mempersiapkan lompatan besar menuju Bulan. Dalam rapat internal xAI yang baru saja merger dengan SpaceX, ia menyatakan bahwa prioritas utama bukan lagi Mars, melainkan membangun kota yang bisa tumbuh sendiri di permukaan Bulan dalam waktu kurang dari satu dekade.

“Kita bisa membangun kota mandiri di Bulan lebih cepat daripada di Mars, dan itu menjadi prioritas utama untuk mengamankan masa depan peradaban manusia,” ujar Musk dalam pernyataan yang beredar luas di X.

Rencana ini melibatkan pembangunan pabrik satelit kecerdasan buatan di Bulan, lengkap dengan sistem peluncur magnetik raksasa yang disebut mass driver, untuk melontarkan ribuan satelit komputasi ke orbit Bumi dan lebih jauh lagi. Tujuannya jelas: menciptakan infrastruktur komputasi ruang angkasa yang tak terbatas untuk mendukung model AI generasi berikutnya yang membutuhkan daya komputasi hingga petawatt.

“Kita perlu pergi ke Bulan untuk membangun pabrik yang memproduksi satelit AI, dan mass driver untuk meluncurkannya ke luar angkasa,” kata Musk kepada tim xAI dalam pertemuan all-hands yang bocor ke media.

Penggabungan SpaceX dan xAI yang diumumkan awal Februari ini ternyata bukan sekadar reorganisasi perusahaan, melainkan fondasi untuk ekosistem yang menghubungkan internet satelit global seperti Starlink dengan komputasi luar angkasa. Vietnam hanyalah langkah pertama dari ekspansi Starlink di Asia Tenggara yang lebih luas, sementara Bulan menjadi panggung utama untuk mimpi Musk yang lebih ambisius.

Dengan lisensi baru ini, Starlink berpotensi menghubungkan jutaan warga Vietnam yang selama ini kesulitan akses internet berkualitas, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa ambisi luar angkasa Musk kini mulai menyentuh Bumi secara konkret.

Berita Terkait