JAKARTA, Perspektif.co.id - Kehadiran PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tak hanya menggerakkan industri pengolahan. Di sekeliling kawasan industri itu, peluang ekonomi ikut terbuka lebar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dirasakan pasangan suami istri Nasrullah (35) dan Adessantya Mulia Putri (30), pemilik Toko Jaya Plastik yang kini mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Kisah mereka bermula saat Nasrullah bekerja di PT SMI pada 2015, sementara Ades bergabung sebagai staf HRD di IMIP pada 2017. Keduanya bekerja di ruangan yang letaknya bersebelahan. Dari pertemuan di kantor itulah hubungan mereka terjalin dan berujung ke pelaminan pada 2018. “Dulu ruangan kami bersebelahan dan sama-sama masih single. Kami akhirnya menikah pada 2018,” cerita Ades sambil tertawa, yang langsung disambut senyum sang suami.
Sebelum memiliki usaha toko plastik, pasangan ini sempat merintis bisnis kecil-kecilan. Pada 2020, mereka mencoba berjualan gorengan di sekitar area IMIP untuk menambah tabungan. Penghasilan dari usaha itu tidak serta-merta diputar menjadi modal toko plastik karena sempat ada jeda. Di sela waktu tersebut, keduanya juga sempat menjajal beberapa jenis dagangan lain, namun tak semuanya bisa bertahan lama.
Situasi berubah ketika mereka jeli membaca kebutuhan para pedagang kecil yang bermunculan di sekitar kawasan IMIP. Banyak pedagang membutuhkan kemasan plastik untuk usaha makanan dan kebutuhan harian lainnya. Dari pengamatan itulah, Nasrullah dan Ades melihat peluang yang lebih menjanjikan. Pada 2021, mereka memutuskan mendirikan Toko Jaya Plastik dengan modal yang mereka sisihkan dari gaji masing-masing selama kurang lebih satu tahun.
Perlahan, usaha yang awalnya hanya dikelola berdua berkembang pesat. Jaya Plastik kini menempati toko yang lebih luas dan mempekerjakan empat karyawan perempuan. Rak-rak di dalam toko dipenuhi beragam jenis kemasan plastik, kantong, hingga perlengkapan kemasan lain yang dibutuhkan pedagang di sekitar IMIP. Seorang pengunjung bahkan mengaku terkejut melihat perkembangan toko itu. Ia menilai, skala usaha Jaya Plastik membesar dalam waktu relatif singkat.
Ades dan Nasrullah menyebut, geliat ekonomi di sekeliling kawasan industri sangat membantu pertumbuhan usaha mereka. IMIP menarik banyak tenaga kerja dari berbagai daerah. Para pekerja tersebut datang membawa keluarga, mulai dari istri hingga anak, yang kemudian banyak beralih menjadi pedagang di lingkungan sekitar.
“Sangat terbantu kalau ada kawasan IMIP. Berawal dari kawasan IMIP, banyak karyawan pendatang yang bawa keluarganya,” ujar Ades.
Menurut Ades, pola yang sering terjadi adalah suami bekerja di dalam kawasan industri, sementara istri dan anggota keluarga lain membuka usaha di luar, seperti berjualan makanan atau kebutuhan harian. Untuk urusan kemasan, mereka pun datang ke Jaya Plastik. “Suaminya kerja, ada anak istrinya yang banyak jadi pedagang di sini. Mereka biasa beli [kemasan plastik] di toko sini karena memang para pedagang di sekitar sini yang butuh,” kata perempuan berkacamata itu.
Tidak hanya pedagang kecil yang menjadi pelanggan, kontraktor yang beroperasi di dalam kawasan IMIP juga kerap membutuhkan wadah dan kemasan berbahan plastik untuk menunjang aktivitas mereka. Toko Jaya Plastik tercatat sudah beberapa kali menerima pesanan dari kontraktor. Dari satu transaksi dengan kontraktor saja, pasangan ini bisa meraup pendapatan hingga sekitar Rp 5 juta.
Saat ditanya lebih jauh tentang omzet bulanan, Ades sempat tampak malu. Ia beberapa kali saling pandang dengan Nasrullah sebelum menjawab. Ia hanya menegaskan bahwa pencapaian mereka saat ini jauh di atas ekspektasi ketika pertama kali memulai usaha.
“Yang jelas kami sangat bersyukur. Omzetnya sudah tembus tiga digit, ratusan juta per bulan,” ucapnya singkat tanpa menyebut angka detail.
Kisah Nasrullah dan Ades menjadi gambaran bagaimana keberadaan kawasan industri besar bisa memberi efek berantai bagi perekonomian lokal. Dari pekerja dan keluarganya yang datang merantau, muncul pedagang-pedagang baru. Dari pedagang-pedagang itu, tumbuh lagi usaha penyedia kemasan dan kebutuhan penunjang lain. Di tengah rantai ekonomi tersebut, Jaya Plastik berdiri sebagai salah satu contoh UMKM yang berhasil “kecipratan” dampak positif geliat IMIP.