17 February 2026, 06:36

Dokter Pribadi di Kaki? BRIN Kembangkan 'Sepatu Cerdas' yang Bisa Deteksi Penyakit Lewat Cara Jalan!

BRIN kembangkan teknologi sepatu cerdas berbasis IoT dan AI yang mampu deteksi penyakit serta risiko cedera melalui analisis pola berjalan (gait analysis).

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
546
Dokter Pribadi di Kaki? BRIN Kembangkan 'Sepatu Cerdas' yang Bisa Deteksi Penyakit Lewat Cara Jalan!
Ilustrasi riset Sepatu Cerdas BRIN. Teknologi sensor insole terhubung ke aplikasi ponsel untuk analisis cara berjalan (gait analysis) guna deteksi dini penyakit dan kesehatan kaki. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Masa depan diagnostik kesehatan preventif di Indonesia mungkin tidak lagi bergantung pada kunjungan rumah sakit yang mahal, melainkan pada alas kaki yang Anda gunakan sehari-hari. Pada Senin (16/2/2026), tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan perkembangan signifikan dalam proyek "Sepatu Cerdas" berbasis Internet of Things (IoT). Riset yang dijalankan di fasilitas Cibinong Science Center ini berhasil mengintegrasikan sensor gait analysis (analisis pola berjalan) presisi tinggi yang mampu memetakan kondisi kesehatan pengguna secara real-time, mulai dari deteksi dini kelainan saraf hingga risiko cedera pada atlet, sebuah terobosan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di laboratorium biomekanik statis.

Teknologi ini bekerja dengan menanamkan serangkaian sensor piezoelectric dan accelerometer mikro ke dalam insole sepatu yang kemudian terhubung secara nirkabel ke aplikasi ponsel pintar. Algoritma kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh BRIN kemudian menganalisis ribuan titik data dari setiap langkah pengguna—termasuk tekanan tumit, keseimbangan, dan ritme langkah—untuk mencari anomali yang sering kali luput dari pengamatan mata telanjang. Fokus utama riset saat ini ditujukan untuk rehabilitasi pasien pasca-stroke dan penderita diabetes yang berisiko mengalami ulkus kaki, di mana perubahan kecil pada distribusi tekanan kaki bisa menjadi sinyal bahaya vital sebelum luka serius terjadi.

“Setiap orang memiliki 'sidik jari' unik dalam cara mereka berjalan, dan perubahan mikroskopis pada pola tersebut sering kali merupakan indikator awal dari masalah kesehatan yang lebih besar, mulai dari gangguan sendi hingga degenerasi saraf.” Jelas salah satu peneliti utama dari Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN dalam sesi pemaparan teknis tertutup.

Keunggulan utama dari inovasi ini dibandingkan produk wearable impor adalah kustomisasi algoritma yang disesuaikan dengan antropometri atau postur tubuh rata-rata orang Indonesia, serta harga produksi yang jauh lebih terjangkau. BRIN menargetkan agar teknologi ini dapat segera dilisensikan ke industri alas kaki lokal, memungkinkan produsen sepatu dalam negeri untuk bertransformasi dari sekadar pembuat produk gaya hidup menjadi penyedia solusi kesehatan digital. Langkah ini sejalan dengan tren global smart clothing yang diprediksi akan meledak dalam lima tahun ke depan, di mana pakaian dan aksesori tidak lagi benda mati, melainkan perangkat pengumpul data biometrik yang aktif.

“Kami tidak ingin teknologi canggih ini hanya berakhir sebagai purwarupa di etalase laboratorium, target kami adalah hilirisasi di mana sepatu ini bisa dibeli di pasar dengan harga yang masuk akal bagi masyarakat umum sebagai alat deteksi dini penyakit.” Tambah perwakilan tim riset tersebut, menegaskan ambisi komersialisasi produk yang diharapkan rampung akhir tahun ini.

Berita Terkait