TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei resmi meluncurkan fitur kesehatan baru yang mampu menilai risiko diabetes tanpa tusuk jari melalui smartwatch Watch GT 6 Pro. Fitur ini diumumkan pada gelaran World Health Expo 2026 di Dubai dan mulai tersedia melalui pembaruan OTA sejak pertengahan Februari 2026. Peluncuran ini langsung menarik perhatian industri wearable global karena menjadi salah satu implementasi non-invasif paling nyata yang pernah dirilis produsen perangkat konsumen.
Huawei menjelaskan bahwa fitur ini dirancang sebagai alat skrining awal, bukan alat medis untuk mengukur kadar glukosa secara langsung. Sistem bekerja dengan mengumpulkan data fisiologis pengguna selama 3 hingga 14 hari, termasuk variabilitas detak jantung, pola tidur, karakteristik gelombang nadi, hingga perubahan mikrovaskular. Data tersebut dianalisis menggunakan sensor PPG, sensor suhu kulit, dan algoritma AI yang dikembangkan khusus untuk memodelkan risiko metabolik.
Dalam penjelasan teknis yang dibagikan ke media, Huawei menegaskan bahwa fitur ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan pengguna.
“Teknologi ini kami rancang sebagai alat pemantauan preventif, bukan pengganti tes klinis,” demikian pernyataan Huawei yang dikutip dari laporan media internasional.
Fitur yang dinamai Diabetes Risk Study ini bekerja dengan memodelkan risiko berdasarkan indikator fisiologis yang telah terbukti berkorelasi dengan peningkatan risiko diabetes, termasuk detak jantung saat istirahat dan kualitas tidur. Setelah data terkumpul, aplikasi Huawei Health akan menampilkan kategori risiko: Low, Medium, atau High. Jika pengguna masuk kategori menengah atau tinggi, sistem menyarankan pemeriksaan medis lanjutan.
Seorang analis wearable yang dikutip media teknologi global menyebut bahwa langkah Huawei ini menempatkan perusahaan selangkah lebih maju dari kompetitor.
“Pendekatan non-invasif seperti ini sudah lama dikejar industri, dan Huawei menjadi salah satu yang pertama membawa implementasi nyata ke pasar,” demikian analisis tersebut.
Huawei Watch GT 6 Pro sendiri hadir dengan spesifikasi kelas atas, termasuk layar AMOLED 1,47 inci, material titanium aerospace, sensor TruSeen 6.0+, ECG, SpO2, dan daya tahan baterai hingga 21 hari. Fitur deteksi risiko diabetes ini akan diperluas ke lebih banyak model smartwatch Huawei dalam beberapa bulan ke depan, seiring perusahaan memperluas ekosistem kesehatan digitalnya.
Media seperti The Verge dan SCMP Tech melaporkan bahwa inovasi ini memperkuat posisi Huawei di pasar wearable global yang semakin kompetitif, terutama di tengah upaya Apple dan Samsung yang juga dikabarkan mengembangkan teknologi pemantauan glukosa non-invasif.
“Huawei memanfaatkan keunggulan sensor dan AI untuk mempercepat adopsi fitur kesehatan yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks untuk perangkat konsumen,” demikian laporan media internasional.
Dengan peluncuran fitur ini, Huawei menegaskan ambisinya untuk menjadi pemimpin dalam teknologi kesehatan digital, sekaligus membuka babak baru dalam pemantauan risiko penyakit metabolik melalui perangkat wearable.