03 February 2026, 15:32

Comeback Ginting! Susunan Pemain Lawan Myanmar di BATC 2026 Dirilis

Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dipastikan tampil saat tim putra menghadapi Myanmar pada ajang Badminton Asia Team Championships 2026.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,018
Comeback Ginting! Susunan Pemain Lawan Myanmar di BATC 2026 Dirilis
Anthony Ginting bakal turun bermain dalam laga Indonesia vs Myanmar. (Arsip PBSI)

Perspektif.co.id - Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dipastikan tampil saat tim putra menghadapi Myanmar pada ajang Badminton Asia Team Championships 2026. Turnamen beregu Asia tersebut berlangsung pada 3–8 Februari di Qingdao, China. 

Kembalinya Ginting menjadi sorotan karena ia sempat mengalami masalah kebugaran usai tampil di Indonesia Masters 2026 dan kemudian absen dari Thailand Masters 2026. Dalam keterangan yang dikutip media, pelatih tunggal putra PBSI, Indra Widjaja, menyebut, “Anthony Sinisuka Ginting ditarik dari Thailand Masters 2026 karena masih dalam proses pemulihan cedera pinggang.” 

Untuk laga pembuka menghadapi Myanmar, Ginting dipasang sebagai tunggal kedua dan akan berhadapan dengan Nyan Shaine Lin. Partai tunggal lainnya diisi Prahdiska Bagas Shujiwo sebagai tunggal pertama dan Richie Duta Richardo di tunggal ketiga. 

Di sektor ganda, Indonesia menurunkan dua pasangan: Muhammad Rian Ardianto berduet dengan Rahmat Hidayat, serta Leo Rolly Carnando berpasangan dengan Bagas Maulana. 

Berikut urutan partai Indonesia vs Myanmar:
Prahdiska Bagas Shujiwo vs Hein Htut
Anthony Sinisuka Ginting vs Nyan Shaine Lin
Richie Duta Richardo vs Lal Zuidika
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Hein Htut/Phone Htet Zaw
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Phyo Thurain Kyaw/Lal Zuidika 

Turnamen ini juga menjadi ruang uji coba komposisi, lantaran Indonesia membawa sejumlah pemain pelapis dan tidak menyertakan beberapa kekuatan utama seperti Jonatan Christie, Alwi Farhan, serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani. 

Selain mengejar hasil di fase grup, kejuaraan beregu Asia ini kerap dipakai sebagai tolok ukur kesiapan menuju agenda besar beregu berikutnya, yakni Thomas Cup dan Uber Cup yang dijadwalkan bergulir pada April. 

Berita Terkait