TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Kecemasan industri perangkat lunak enterprise terhadap gelombang vibe coding mendapat jawaban tegas dari salah satu petinggi paling vokal di sektor ini. Eran Zinman, Co-Founder sekaligus CEO monday.com, tampil dalam podcast investasi teknologi paling berpengaruh di Silicon Valley, The Twenty Minute VC (20VC) yang dipandu Harry Stebbings, dan menyatakan secara gamblang bahwa tren membangun perangkat lunak berbasis prompt AI itu tidak akan mampu mengguncang fondasi perusahaan SaaS besar mana pun — setidaknya belum dalam waktu dekat.
Pernyataan itu muncul di tengah kepungan enam ancaman eksistensial yang dihadapi monday.com saat ini, mulai dari tekanan valuasi pasar yang brutal hingga kompetisi dari model bahasa besar seperti OpenAI dan Anthropic. Platform manajemen kerja berbasis cloud itu memang tengah berada dalam tekanan berat: meski mencatat pendapatan berulang tahunan (ARR) sebesar 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp21,2 triliun), valuasi pasar monday.com hanya bertengger di angka 3,8 miliar dolar AS (sekitar Rp62 triliun) — anjlok lebih dari 60 persen sejak perusahaan melantai di bursa saham.
“Ada perbedaan besar antara membangun antarmuka lewat vibe coding dan membangun perangkat lunak yang benar-benar berfungsi di seluruh lapisan organisasi dengan segala kedalaman dan kompleksitasnya,” ujar Zinman dalam episode yang dirilis awal Maret 2026 itu.
Ia menegaskan bahwa meski teknologi di balik vibe coding tergolong impresif, kemudahan membuat prototipe awal justru menyembunyikan beban sesungguhnya: pemeliharaan jangka panjang. Bagi perusahaan, perangkat lunak hanyalah 7 hingga 8 persen dari total pengeluaran operasional, sementara porsi terbesar, yakni 60 hingga 70 persen, tersedot ke sumber daya manusia. Membangun tim khusus untuk merawat kode hasil vibe coding justru menciptakan biaya tinggi yang mengalihkan fokus dari operasi inti bisnis.
Ironis sekaligus mengungkap sebuah kontradiksi: sementara Zinman mendebat ancaman vibe coding, monday.com sendiri secara diam-diam sudah menjalankan transformasi berbasis agen AI yang jauh lebih agresif di dapur internalnya. Perusahaan menggantikan 100 posisi Sales Development Representative (SDR) manusia dengan agen AI, dan hasilnya dramatis — waktu respons kepada calon pelanggan terpangkas dari 24 jam menjadi hanya tiga menit, sementara tingkat konversi penjualan dilaporkan meningkat signifikan.
Divisi layanan pelanggan pun kini dijalankan sepenuhnya oleh AI, dan tim riset serta pengembangan (R&D) monday.com aktif memanfaatkan alat seperti Cursor dan Claude untuk mempercepat output produksi kode. Newsletter resmi 20VC edisi 8 Maret 2026 mencatat bahwa strategi ini merupakan bagian dari dorongan besar monday.com untuk memaksimalkan efisiensi operasional di setiap lini bisnis demi tetap berada di garis terdepan industri.
Di sisi lain panggung diskusi 20VC, suara yang lebih suram datang dari Jason Lemkin, pendiri komunitas dan konferensi SaaStr. Dalam episode kolaborasi reguler bersama Rory O’Driscoll dari Scale Venture Partners, Lemkin memberi peringatan keras kepada perusahaan-perusahaan SaaS yang sudah melantai di bursa.
“Perusahaan-perusahaan publik seharusnya malu karena belum mampu mengekstrak nilai nyata dari agen AI — ini adalah bencana setingkat Titanic, dan merupakan kesalahan terbesar yang pernah kita buat sendiri,” kata Lemkin.
Menurutnya, arus belanja teknologi yang mengalir deras ke arah model bahasa besar telah melewati begitu saja perusahaan-perusahaan SaaS warisan. Sementara startup baru mampu meluncurkan alur kerja berbasis agen dalam hitungan minggu, para CEO perusahaan publik masih berkutat dengan versi beta yang berjalan lambat. Lemkin juga memperingatkan bahwa metrik Net Revenue Retention (NRR) — tolok ukur kesehatan pelanggan yang selama ini jadi andalan presentasi investor — kini menjadi cermin yang menipu, karena sebagai indikator lagging, NRR justru menyembunyikan kondisi bisnis yang sesungguhnya jauh lebih buruk dari yang terlihat di laporan keuangan.
Pesan yang muncul dari ekosistem 20VC di awal Maret 2026 ini tidak hanya soal vibe coding atau nasib SaaS — melainkan tentang pergeseran fundamental dalam cara modal, tenaga kerja, dan teknologi diperhitungkan ulang di era agen AI. Era perusahaan dengan jumlah karyawan yang jauh lebih sedikit namun beroperasi dengan kapasitas yang jauh lebih besar, menurut para peserta diskusi itu, bukan lagi skenario masa depan. Ia sudah berjalan sekarang, diam-diam, dari dalam ruang mesin monday.com sendiri.