TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nirav Patel, pendiri sekaligus CEO pembuat PC modular Framework, secara terbuka mengakui bahwa perusahaannya telah menaikkan harga RAM berkali-kali sejak November 2025 dan terpaksa menghentikan penjualan modul memori secara terpisah demi menjaga pasokan untuk produksi laptopnya sendiri. Langkah luar biasa ini diambil di tengah krisis memori global yang kini menjadi salah satu gangguan rantai pasok paling masif dalam sejarah industri PC modern.
Patel menjelaskan akar masalahnya lewat sesi tanya jawab langsung di kanal resmi Framework, menyebut bahwa lonjakan permintaan dari pusat data kecerdasan buatan telah mengubah total peta distribusi chip DRAM dunia. Jika sebelumnya kurang dari 50 persen produksi bit RAM global diserap oleh pusat data, kini angka tersebut telah melonjak mendekati 70 persen, menyisakan jatah yang semakin sempit bagi segmen konsumen.
“Apa yang kita saksikan sekarang adalah kelebihan permintaan yang masif dibandingkan pasokan yang tersedia,” kata Patel dalam wawancara yang dipublikasikan Lon.TV.
Dampaknya langsung terasa pada dompet konsumen. Sebuah modul RAM DDR5 berkapasitas 8GB yang dijual Framework pada September 2025 seharga 40 dolar AS (sekitar Rp652.000) kini melonjak ke angka 130 dolar AS (sekitar Rp2.119.000). Sementara itu, kit DDR5 96GB yang sebelumnya dibanderol 480 dolar AS (sekitar Rp7.824.000) kini mencapai 1.340 dolar AS (sekitar Rp21.842.000). Secara keseluruhan, harga DDR5 di berbagai pasar utama telah melonjak lebih dari 260 persen sejak September 2025, dan analis dari TechRadar memperingatkan bahwa modul 32GB standar bisa menembus 500 dolar AS atau sekitar Rp8.150.000 pada pertengahan 2026.
Framework Desktop yang sebelumnya dibanderol mulai 1.099 dolar AS (sekitar Rp17.914.000) untuk konfigurasi dasar dengan RAM 32GB kini dihargai 1.139 dolar AS (sekitar Rp18.566.000). Varian tertinggi dengan RAM 128GB bahkan melonjak dari 1.999 dolar AS (sekitar Rp32.583.000) menjadi 2.459 dolar AS (sekitar Rp40.081.000), naik 460 dolar AS atau setara Rp7.498.000 dalam sekali revisi harga.
“Kami menahan diri selama mungkin, tetapi dengan harga memori LPDDR5x dari pemasok yang terus meningkat pesat, kami terpaksa memperbarui harga,” tulis Patel dalam entri blog resmi Framework yang diperbarui pada Februari 2026.
Tekanan tidak hanya menimpa Framework. Micron Technologies bulan lalu mengumumkan penutupan permanen merek memori konsumen andalannya, Crucial, sebuah keputusan yang Patel sebut masuk akal mengingat kondisi alokasi yang ada. Ketika pasokan memori sedang dalam kondisi terbatas, produsen chip kelas dunia seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix secara logis memprioritaskan pelanggan pusat data yang menawarkan margin lebih tinggi ketimbang segmen ritel. Dell, HP, Asus, Acer, Xiaomi, hingga Raspberry Pi dilaporkan turut menaikkan harga produk mereka sebagai imbas dari krisis yang sama.
“Tidak masuk akal untuk bersaing dengan pelanggan Anda sendiri ketika memori sedang dalam alokasi,” jelas Patel, mengacu pada posisi dilematis Micron yang sekaligus memasok chip ke OEM besar maupun merek memori konsumen lainnya.
Firma riset pasar IDC memproyeksikan pengiriman PC global bisa terkontraksi hingga 9 persen akibat krisis ini. Patel sendiri menegaskan bahwa bantuan tidak akan datang dalam waktu dekat. Ketiga pabrikan DRAM utama dunia—Samsung, Micron, dan SK Hynix—membutuhkan investasi modal ratusan juta hingga miliaran dolar hanya untuk perlengkapan pengemasan die, dan fabrikasi die itu sendiri membutuhkan puluhan miliar dolar. Ekspansi kapasitas produksi diperkirakan baru akan mulai terasa efeknya pada akhir 2027 hingga awal 2028.
“Outlook memori saat kita memasuki 2026 terus memburuk,” tulis Patel dalam pembaruan blog terbarunya.
Di tengah situasi yang menekan, Framework justru menonjol karena transparansinya yang tidak lazim di industri ini. Perusahaan berkomitmen untuk hanya menaikkan harga sesuai kenaikan biaya dari pemasok, menyerap sebagian beban ketika memungkinkan, dan akan menurunkan harga kembali begitu kondisi pasar berbalik. Patel juga menyarankan pembeli untuk mempertimbangkan varian DIY Edition yang memungkinkan pengguna membeli RAM dari pengecer lain dengan harga yang mungkin lebih kompetitif, sambil mengingatkan bahwa fleksibilitas modular inilah yang selama ini menjadi keunggulan Framework dalam menavigasi berbagai krisis komponen.
“Beli apa yang mampu Anda beli hari ini, dan pilih solusi yang memberi Anda ruang untuk melakukan upgrade di masa depan,” kata Patel.