TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Peluncuran tablet open‑source Brax Open_Slate semakin mendekati tahap final setelah perusahaan memastikan jadwal kampanye crowdfunding pada Februari 2026, sementara bocoran konfigurasi perangkat dan aksesori yang beredar di komunitas teknologi global menunjukkan bahwa Brax menyiapkan ekosistem lengkap untuk menantang dominasi tablet mainstream. Perangkat ini dikembangkan sebagai kelanjutan dari keberhasilan BraX3, ponsel privasi yang dikirimkan pada 2025, dan kini diposisikan sebagai workstation modular yang dapat bertransformasi dari tablet kasual hingga setup desktop penuh.
Dalam rilis komunitas, Brax menegaskan bahwa Open_Slate dirancang untuk menjawab tuntutan pengguna yang menginginkan dukungan Linux native, opsi perbaikan yang lebih mudah, serta kontrol privasi tingkat perangkat keras. Perusahaan menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk memperluas portofolio mereka di luar smartphone.
“Kami bekerja langsung dengan integrator Linux dan mitra chipset untuk memastikan dukungan mainline yang layak, sekaligus menjadikan masukan komunitas sebagai fondasi pengembangan,” ujar Brax dalam pernyataan resminya.
Open_Slate hadir dengan layar 12 inci beresolusi 2.4K, prosesor MediaTek Genio 720, RAM hingga 16 GB, penyimpanan hingga 256 GB, serta slot M.2 2280 yang memungkinkan pengguna mengganti atau menambah SSD seperti laptop. Fitur privasi menjadi sorotan utama, termasuk sakelar fisik untuk memutus daya mikrofon, kamera, dan radio nirkabel. Perangkat ini juga mendukung berbagai sistem operasi seperti Ubuntu, Debian, LineageOS, iodeOS, hingga BraxOS yang berbasis Android tanpa layanan Google.
“Kami ingin menghindari penundaan seperti proyek sebelumnya, dan kini kami sudah memiliki pengalaman produksi yang lebih matang,” kata Rob Braxman, pendiri Brax Technologies, dalam wawancara terkait kampanye Indiegogo mendatang.
Bocoran konfigurasi yang beredar menunjukkan empat skenario penggunaan yang disiapkan Brax: tablet dengan rugged case untuk mobilitas ekstrem, folio case dengan stylus untuk kreator, keyboard folio untuk produktivitas, hingga mode workstation lengkap dengan monitor eksternal, mouse, dan koneksi ethernet. Seluruh aksesori ini diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem resmi yang akan dijual bersamaan dengan perangkat.
Harga early‑bird dipatok mulai USD 399 (sekitar Rp6,3 juta), sementara harga ritel diperkirakan mencapai USD 599 (sekitar Rp9,5 juta). Pengiriman direncanakan pada Agustus 2026, meski Brax mengingatkan bahwa dukungan komunitas tetap menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran produksi.
Dengan kombinasi desain modular, dukungan multi‑OS, dan fokus privasi yang jarang ditemui pada tablet komersial, Open_Slate diposisikan sebagai alternatif serius bagi pengguna yang ingin keluar dari ekosistem tertutup Apple dan Google. Antusiasme komunitas open‑source dan pengguna privasi global diperkirakan menjadi pendorong utama kesuksesan kampanye pendanaan perangkat ini.