11 December 2025, 16:26

Bibit Siklon 91S Menguat di Barat Lampung, BRIN-BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ekstrem

Bibit siklon yang pertama kali terdeteksi pada 7 Desember itu terus menunjukkan penguatan struktur badai.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,508
Bibit Siklon 91S Menguat di Barat Lampung, BRIN-BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ekstrem
Ilustrasi. Pakar BRIN Erma Yulihastin mengungkap Bibit Siklon Tropis 91S berpotensi menjadi siklon. (Foto: dok Earthdata NASA)

Perspektif.co.id - Pakar klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan Bibit Siklon Tropis 91S yang kini aktif di Samudra Hindia sebelah barat Lampung berpeluang berkembang menjadi siklon tropis dan memicu hujan lebat di sepanjang pesisir barat Sumatra dalam waktu dekat.

Bibit siklon yang pertama kali terdeteksi pada 7 Desember itu terus menunjukkan penguatan struktur badai. Sistem ini dikategorikan memiliki potensi sedang (medium) untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam rentang 24 jam.

“Bibit badai tropis pertama, dengan identifikasi 91S, terbentuk di perairan dekat Sumatra dan berpotensi medium untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan,” ujar pakar klimatologi BRIN Erma Yulihastin saat dihubungi, Kamis (11/12).

Erma menjelaskan, ukuran sistem badai terlihat semakin membesar dan berpotensi berinteraksi dengan bibit badai lain yang berada di bagian barat Samudra Hindia. Kondisi ini membuat area terdampak membentang cukup luas di sepanjang pesisir barat Sumatra, mulai Subulussalam di Aceh hingga pesisir barat Lampung.

“Dampaknya berupa hujan persisten yang bisa meningkat intensitasnya secara tiba-tiba, terutama untuk wilayah Padang hingga Bengkulu,” lanjutnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga merilis peringatan bahwa dalam 24 jam ke depan Bibit Siklon Tropis 91S diperkirakan bergerak mendekati daratan Sumatra. Dalam kurun 36 hingga 72 jam berikutnya, sistem ini diprediksi mulai berbelok ke arah barat daya menjauhi Pulau Sumatra.

“Perlu diwaspadai intensitas hujan pada tanggal 11, 12, dan 16 Desember akibat pengaruh Bibit Siklon Tropis 91S. Tapi, mohon tetap tenang, waspada, dan menjaga kesiapsiagaan karena potensi bibit siklon ini tumbuh menjadi siklon tropis ke daratan dalam kategori rendah,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12).

Menurut BMKG, sejumlah wilayah di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat imbas pengaruh bibit siklon tersebut.

Secara dinamika atmosfer, BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 7 Desember sekitar pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung. Pada Rabu (10/12) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi sistem terpantau di koordinat 4,9°LS 96,1°BT dan masih berada di dalam Area of Responsibility (AoR) Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat tekanan rendah ini diperkirakan sekitar 20 knot atau 37 km/jam yang terpantau di sisi utara sistem, dengan tekanan minimum sekitar 1008 hPa.

Pengamatan citra satelit menunjukkan awan konvektif di sekitar sistem cenderung persisten dengan kecenderungan sedikit meningkat. Namun, sebaran awan masih sporadis dan meluas ke utara, belum membentuk area deep convection yang simetris mengelilingi pusat sirkulasi. BMKG menilai kondisi ini mengindikasikan konveksi di sekitar sistem masih fluktuatif dan belum sepenuhnya terorganisasi.

Dari sisi struktur angin vertikal, analisis BMKG menyebut pada lapisan permukaan hingga 850 hPa, pola sirkulasi siklonik sudah tampak melebar ke arah timur dari pusat sistem. Pada lapisan 700–500 hPa, pola sirkulasi melemah dan lebih menyerupai belokan angin (shear line). Sementara di lapisan atas sekitar 200 hPa, terlihat area divergensi yang mendukung pengembangan sistem, meskipun aliran anginnya masih relatif lemah dan bergeser ke timur laut.

Aktivitas Bibit Siklon Tropis 91S juga diperkuat oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby di sekitar lokasi sistem serta gelombang low frequency yang berada di sisi timur pusat sirkulasi. Selain itu, bibit siklon ini bergerak di atas perairan dengan suhu muka laut hangat berkisar 29–30 derajat Celsius, vortisitas yang mulai mendukung meski belum terlalu kuat, divergensi lapisan atas yang menguat, serta kelembapan udara yang cukup basah di berbagai lapisan atmosfer dekat pusat sistem.

Secara klimatologis, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (200–500 mm per bulan) pada Desember diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Sumatra seperti Tapanuli, Nias, Langkat, Mandailing Natal, dan Labuhan Ratu. Memasuki Januari 2026, curah hujan diprediksi menurun menjadi kategori menengah hingga tinggi, terutama di Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, dan Padang Lawas.

Dengan kombinasi faktor dinamika atmosfer dan pola hujan musiman tersebut, otoritas cuaca dan peneliti mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat di zona rawan banjir dan longsor di pesisir barat Sumatra untuk meningkatkan kewaspadaan, seraya tetap tenang dan mengikuti pembaruan informasi resmi cuaca dan peringatan dini dari BMKG maupun lembaga terkait lainnya.

Berita Terkait